BMG: Pulau Jawa akan Dilanda Puting Beliung

Selasa, 03 Februari 2004 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan satu atau dua hari ini seluruh Pulau Jawa secara merata akan ditimpa hujan lebat, petir, dan angin puting beliung. "Persis di atas Jawa hingga Nusa Tenggara Timur akan ada daerah pertemuan angin yang mengakibatkan distribusi awan full, memenuhi wilayah tadi," kata Ahmad Zakir, Kepala BMG, kepada Tempo News Room, melalui telepon seluler di Jakarta, Selasa (3/2) petang.

Kondisi itu menyebabkan suasana gelap dan jarak pandang pun menjadi pendek. Akibatnya aktivitas di darat, laut, dan udara, akan sangat terganggu. Menurut Zakir, kondisi ini amat berbahaya bagi mereka yang melakukan aktivitas di darat, udara, dan di laut, yakni nelayan.

Kecepatan angin yang terjadi dalam kondisi ini, kata Zakir, bisa mencapai 25 knott atau 47 km per jam. Memang, lanjut dia, kecepatan itu tidak berlangsung tiap hari. Namun diperkirakan rata-rata masih tetap tinggi, yakni di bawah 25 knott atau sekitar 36 km per jam.

Besarnya kecepatan angin juga membuat tinggi gelombang, terutama di laut Pantura juga meningkat menjadi satu hingga 1,5 meter. Zakir menyarankan para nelayan menunda aktivitasnya melaut dalam kondisi itu karena dinilai amat berbahaya. Apalagi tingginya gelombang disertai angin kencang, curah hujan tinggi, dan pendeknya jarak pandang.

Zakir juga mengimbau kota-kota di Pantura mewaspadai angin kencang dan curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan patahnya pepohonan seperti yang terjadi di Jakarta, Jumat pekan lalu. "Daerah-daerah yang banyak pohon itu sebaiknya dirapikan, demikian pula daerah yang rawan longsor sebaiknya dihindari karena curah hujan akan lama," kata dia.

Zakir mengatakan, angin puting beliung ini berbeda dengan badai Linda yang melanda Jakarta, pekan lalu itu. Badai Linda, kata dia, berbeda dengan angin puting itu karena itu adalah badai tropis yang terjadi di lautan. Lagipula badai itu sudah berlalu dan bila masih ada pun, itu masih jauh. "Masih jauh di selatan Australia," kata dia.

Deddy Sinaga-Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: