Hujan Deras Masih Mengancam Indonesia Timur
Kamis, 05 Februari 2004 | 19:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hujan deras disertai angin kencang masih akan terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Maluku. Peristiwa alam ini akan terjadi dalam satu dua hari ini. Bahkan di Maluku sejak pagi tadi terjadi hujan deras dan diperkirakan berakhir lusa.
Demikian dikemukakan Ahli Cuaca Badan Meterologi dan Geofisika Achmad Zakir yang dihubungi Tempo News Room, Kamis (5/1) malam. Hujan di Maluku disertai angin kencang. “Sangat kencang,” katanya.
Ia mengingatkan hujan deras yang terjadi lebih dari 2 jam harus diwaspadai. "Februari masih merupakan masa puncak hujan sampai bulan depan. Penduduk yang berada di daerah rawan longsor perlu waspada, jika perlu mereka mengungsi," ujar Zakir.
Menurut Zakir, hujan deras yang terjadi di Jawa dan Bali masih normal dan tidak ada fenomena khusus. Di wilayah yang banyak terjadi hujan, katanya, terjadi pertemuan Angin Utara dengan Angin Selatan. Pertemuan angin ini tertumpuk di Laut Jawa dan memanjang sampai ke Nusa Tenggara. Hal ini menyebabkan distribusi hujan merata dan terus menerus dalam satu-dua hari. Ini mengimbas sampai ke daerah yang terkena hujan deras beberapa waktu lalu.
Zakir mengatakan, biasanya perpanjangan pertemuan angin dapat mencapai Lampung. Untungnya hal tersebut tidak terjadi.
Peristiwa alam itu, kata Zakir, bukan termasuk badai tropis yang diperkirakan akan terjadi dua kali dalam bulan ini. Badai tropis ini, menurutnya, tergolong normal pada musim penghujan.
Sedangkan di Jawa, kata Zakir, akan terjadi hujan deras disertai angin kencang sekitar Pantai Selatan. Sebelumnya, dua hari yang lalu Zakir mengatakan Pantura harus mewaspadai angin kencang. “Bukan berarti angin berpindah. Angin itu tidak menetap,” ujarnya. Letak angin tergantung atmosfir.
Agriceli - Tempo News Room





