Pembatasan Masa Kampanye Rugikan Pemilih

Jum'at, 27 Februari 2004 | 17:14 WIB

TEMPO Interaktif, Sukabumi: Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan Andi Malarangeng menilai pembatasan masa kampenye pemilu 2004 merugikan pemilih. Menurutnya, kampanye semestinya tidak perlu dibatasi waktunya karena rakyat harus tahu dengan gamblang tentang baik buruknya 24 partai peserta pemilu. "Kalau kampanye dibatasi waktu rakyat untuk mencermati atau membandingkan satu partai dengan partai lainnya menjadi terbatas," katanya ketika berbicara dalam acara pelatihan jurnalisme pemilu 2004 Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/2).

Andi yakin jika masa kampanye tak terbatas, partai tak akan gegabah menggelar kampanye. Menurutnya, partai akan selektif melakukan kampanye dengan memilih waktu yang tepat, apakah sepanjang tahun, even-even tertentu atau beberapa menjelang pemilu. "Yaitu semua tergantung kemampuan keuangan partai," katanya.

Melalui cara yang fleksibel semacam itu, menurutnya, partai lebih punya waktu untuk menjelaskan flatformnya dan rakyat punya waktu lebih untuk membandingkan dengan partai yang lain. Andi mengakui, pembatasan masa kampanye hanya menguntungkan partai yang sudah mapan. "Sementara partai-partai baru sulit untuk mengenalkan partainya karena kalau melakukannya sebelum 11 Maret pasti akan dituduh mencuri start kampanye sedangkan masa kampanye tidak mencukupi bagi partai seperti kami," katanya.

Peneliti Fredoom Istitute Syaiful Munjani menilai, pembatasan masa kampanye tidak banyak gunanya. Berdasarkan survei yang dilakukannya dari tahun 2001 sampai Januani 2004, responden cenderung sudah menetapkan partai yang akan dipilihnya dalam pemilu nanti. Dari 1.250 responden di seluruh Indonesia, hanya 13 persen yang belum menetapkan partai pilihannya.

Thonthowi - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: