Pasokan Pangan Menjelang Pemilu Stabil
Kamis, 04 Maret 2004 | 14:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasokan pangan menjelang pemilu stabil. "Harga stabil, tidak ada pedagang maupun konsumen yang resah," kata Menteri Pertanian, Bungaran Saragih, seusai melakukan operasi pasar di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/3).
Dalam operasi pasar kali ini, Bungaran memantau harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya seperti, daging ayam, daging sapi, dan telur. Operasi ini, dilakukan karena dua alasan. Pertama, ini terkait beredarnya isu flu burung dan sapi gila yang dinilai cukup meresahkan. Selain itu, juga karena adanya kekhawatiran melonjaknya harga-harga bahan pokok menjelang pemilu.
Berdasarkan operasi pasar, kata Bungaran, dapat disimpulkan bahwa kekhawatiran tersebut tidak akan terwujud. Harga daging ayam dan daging sapi serta telur stabil, dan menunjukkan peningkatan permintaan. ?Orang tidak lagi takut penyakit flu burung dan sapi gila,? ujar Bungaran.
Untuk pasokan beras, Bungaran mengatakan, bahwa stok beras yang ada di Bulog mencukupi. Sementara, untuk komoditas lain tidak diatur oleh pemerintah. Namun, mekanisme pasar menunjukkan pasokan yang cukup.
Selain harga yang stabil, berdasarkan operasi pasar, ternyata masih ada beras impor yang beredar di pasaran. Padahal, pemerintah sudah melarang impor beras. Kenyatannya, dalam satu kios pedagang masih memiliki stok beras impor sebesar tiga ton. Menurut Bungaran, beras impor tersebut adalah stok lama yang belum terjual.
Bungaran juga menambahkan, permintaan pangan akan meningkat pada masa pemilu mendatang. ?Estimasi peningkatannya sebesar 5-10 persen,? tambahnya.
Mawar Kusuma - Tempo News Room





