Kadin Berharap Hasil Pemilu Jamin Ketenangan Usaha

Kamis, 04 Maret 2004 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan pemerintah hasil pemilu mendatang dapat menjamin ketenangan dunia usaha. "Kami mengharapkan pemerintahan yang kuat dan punya kepedulian pada pemulihan ekonomi nasional," kata Ketua Kadin, MS Hidayat, di acara Calon Presiden Versi Dunia Usaha yang diadakan Forum Jurnalis Lintas Media di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (4/3).

Menurut Hidayat, ada keinginan dari dunia usaha agar ada koalisi dalam pemerintahan berikutnya. Karena kemungkinan tidak ada yang menjadi mayoritas dalam pemilihan mendatang. Namun, siapapun yang duduk dalam kepemimpinan mendatang, yang terpenting bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Pemerintahan yang baru harus pro bisnis," katanya.

Dunia usaha berharap mereka memiliki sikap yang positif terhadap kepedulian Kadin, khususnya untuk meningkatkan kinerja sektor riil. "Tidak perlu mereka pemimpin yang baru berasal dari kalangan pengusaha, meskipun saya amat menginginkannya," kata dia.

Dalam pertemuan ini, selain Hidayat, juga dihadiri mantan ketua Kadin sebelumnya, Aburizal Bakrie, yang kini melenggang dalam pentas politik melalui kendaraan Partai Golkar. Selain itu, juga ada kandidat lain calon presiden dari Partai Golkar, yaitu Surya Paloh, pengamat ekonomi INDEF Dradjad Wibowo dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi.

Hidayat menyatakan, pemerintah yang baru harus bisa menjadikan kemajuan makro ekonomi saat ini menjadi landasan bagi perkembangan mikro ekonomi. "Sayangnya struktru pemilih di pemilu mendatang hanya 23 persen di perkotaan, sisanya merupakan tradisional voter," kata dia. Justru massa terbanyak yang berada di daerah pedesaan sebenarnya tidak terlalu peduli pada visi apa yang akan diusung oleh calon pemimpin mendatang. "Mereka fanatik pada partai tertentu apapun yang terjadi," katanya.

Inilah yang menjadi tantangan bagi pemimpin ke depan. "Tapi target minimal kami setidaknya kabinet didominasi menteri yang paham benar bagaimana memulihkan ekonomi," kata Hidayat yang juga menjadi Ketua Dewan Kehormatan DPP Real Estate Indonesia (REI). Para pengusaha inilah yang diharapkan Hidayat dapat menjadi motor penggerak kabinet. "Tentu saja kalau ini secara personal pemimpin yang baru tidak sesuai dengan visi dunia usaha," jelasnya.

Ia memberikan ilustrasi negara-negara lain yang lebih dulu bangkit dari krisis dan tidak mementingkan demokrasi di atas segala-galanya, seperti Malaysia. Seperti mantan Perdana Mahathir, jelas Hidayat, merupakan pengusaha, namum mampu membawa Malaysia keluar dari krisis. Tahun 1999 ketika banyak perusahaan Jepang dan Amerika yang mau hengkang dari Malaysia, mereka dipanggil dan ditampung keluhannya. Kemudian dibicarakan secara khusus di kabinet. "Kepedulian seperti inilah yang perlu dimiliki presiden baru bagi membaiknya dunia usaha," katanya.

Yang jelas, kata dia, dua program utama yang sangat mendesak untuk segera diatasi adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyerap pengangguran. "Mudah-mudahan problem bangsa ini bisa diatasi oleh pemimpin masa depan," katanya.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: