Hendropriyono Disarankan Mundur sebagai Jurkam

Kamis, 04 Maret 2004 | 15:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono disarankan untuk mundur sebagai juru kampanye. "Karena Hendro merupakan pimpinan dari sebuah lembaga yang menguasai data atau informasi yang minta ampun rahasianya," kata pengamat politik Deni JA usai seminar nasional di Kampus UIN, Jakarta, Kamis (4/3).

Seperti diketahui, kemarin KPU mengumumkan bahwa PDI Perjuangan telah mendaftarkan Hendropriyono sebagai juru kampanye partainya.

Menurut Deni, sebenarnya ini boleh saja karena Hendro merupakan tokoh partai dan punya hak untuk menjadi juru kampanye. "Kita tidak pernah tahu apa komplikasi yang paling konkret, cuma orang khawatir BIN punya banyak informasi dan bisa dimanfaatkan oleh salah satu partai politik," katanya.

Sebenarnya, kata Deni, sejak awal pejabat BIN bukanlah seorang politisi. Karena BIN merupakan sebuah badan yang menguasai data-data baik yang diperoleh secara formal maupun dari bawah meja. "Kalau saya Megawati saya akan berikan tugas-tugas ini (jurkam) pada menteri-menteri lain dan bukan BIN. Tokoh yang menguasai informasi sebaiknya tidak usah dilibatkan," jelasnya.

Menurut Deni, ada baiknya Hendro membuat langkah-langkah kenegarawanan. Misalnya, Hendro dicalonkan menjadi jurkam, tapi karena masih aktif sebagai ketua BIN, dia mundur sebagai jurkam. Menurut Deni, jika Hendro melakukan hal ini, dia akan memulai sebuah preseden yang belum pernah terjadi dimana seorang menteri meminta mundur. "Saya rasa presiden mampu mengerti alasan itu," katanya.

Dewi Retno Suryani - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: