Hendro Disarankan Memilih BIN atau Jurkam
Kamis, 04 Maret 2004 | 16:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendro Priyono disarankan memilih salah satu antara kepala BIN atau juru kampanye PDI Perjuangan. Koordinator Kontras, Ori Rahman, menengarai akan terjadi konflik kepentingan bila Hendro menjabat kedua posisi itu sekaligus. "Sejak dulu kami sudah mengkritik, sebaiknya harus ada pemisahan antara jabatan kenegaraan dan jabatan partai politik," kata Ori disela-sela sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (4/3) sore.
Menurut Ori, jabatan Hendro di BIN sangat strategis terutama untuk menjamin terlaksananya pemilu yang aman. Namun disisi lain Hendro malah menjadi juru kampanye partai yang menjadi peserta pemilu itu sendiri. "Satu harus dipilih, bisa jadi harus nonaktif sebagai ketua BIN," kata dia.
Akan tetapi, Ori menyarankan Hendro lebih berkonsentrasi untuk menciptakan pemilu yang aman. Terutama mengumpulkan informasi-informasi sebagai tindakan preventif. Dia juga menyarankan BIN berkoordinasi dengan intelijen kepolisian untuk memaksimalkan tindakan preventif tersebut dari berbagai hal yang potensial mengacaukan pemilu atau malah menggagalkannya.
Seperti diketahui, dari laporan PDI Perjuangan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), tercantum nama Hendro Priyono di antara 600 lebih juru kampanye nasional partai itu. Keterlibatan Hendro dalam kampanye itu mengundang kritik dari banyak pihak.






Komentar Anda :