Pemerintah Yakin Pemilu Sesuai Jadwal
Kamis, 04 Maret 2004 | 18:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kemungkinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pelaksanaan Pemilu 2004 akibat persoalan keterlambatan pengadaan logistik dibantah pemerintah.
"Pemerintah masih memiliki keyakinan pelaksanaan pemilu akan sesuai jadwal yang telah ada," ujar Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono pada wartawan dalam kunjungannya ke kantor KPU, Jakarta, Kamis (4/3).
Kunjungan Menko Polkam atas undangan KPU tersebut untuk melihat dari dekat kesiapan KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2004, setelah adanya kekhawatiran dari masyarakat menyangkut pengadaan surat suara, kotak suara, dan distribusi logistik pelaksanaan pemilu ke daerah-daerah di Indonesia yang akan mengakibatkan tertundanya pemilu.
Berdasarkan pantauan Yudhoyono, KPU telah memiliki prasarana yang cukup baik untuk menunjang pelaksanaan pemilu. "Teknologi di KPU sudah memiliki kredibilitas tinggi, termasuk back up sistem jika nanti ada gangguan," kata dia. Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir terutama menyangkut perhitungan hasil pemungutan suara dengan menggunakan perangkat teknologi informasi.
Susilo menyadari pelaksanaan pemilu adalah hal yang kompleks dan untuk itu pemerintah siap membantu KPU sejauh ada izin dan pengawasan dari lembaga tersebut. "Saya yakin apabila KPU sungguh-sungguh memerlukan bantuan, presiden akan menginstruksikan jajaran pemerintah termasuk TNI untuk menyukseskan pemilu," kata dia.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengerahkan sarana angkutan darat, laut, dan udara, baik milik TNI ataupun Polri untuk membantu pendistribusian logistik pemilu.
Yudhoyono menegaskan, bantuan tersebut bukan berarti pemerintah ingin campur tangan dalam persiapan pemilu dan mengganggu netralitas dari KPU. "Kita harus mengerahkan semua sumber daya yang kita miliki demi pemilu yang aman, damai, dan demokratis," tambahnya.
Menurut Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin, pihaknya akan bekerja keras untuk menyediakan logistik pemilu, meskipun banyak pihak meragukan pemilu dapat dilaksanakan tepat waktu. "Kami akan tutup mata dan telinga mengenai komentar tersebut. Yang penting kami kini bekerja keras," tegasnya.
KPU juga berencana mengundang sejumlah menteri untuk meninjau KPU secara langsung dalam hal persiapan penyelenggaraan pemilu. "Kami sudah meminta Menteri Dalam Negeri, namun beliau belum ada waktu," ujar Nazaruddin.
Tentang kampanye partai, Menko Polkam menjelaskan dirinya tidak akan menggunakan jatah cuti dua hari untuk berkampanye. "Lebih baik saya berkonsentrasi untuk memastikan pemilu di seluruh tanah air berjalan dengan baik," tegasnya.
Purwanto/Astri Wahyuni - Tempo News Room





