Kepala Polri: Tanggal 9 Maret Siaga I

Minggu, 07 Maret 2004 | 11:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar kemarin mengungkapkan, kepolisian Jakarta dan jajaran kepolisian daerah akan dinyatakan dalam keadaan Siaga I mulai 9 Maret. Keadaan itu ditetapkan sehubungan dengan akan dilaksanakannya kampanye pemilu pada 11 Maret.

"Untuk keamanan, jumlah petugas sudah disiagakan. Mulai 9 Maret mendatang di Jakarta sudah saya tetapkan kondisi Siaga I," kata Da'i Bachtiar seusai apel kesiapan pengamanan pemilu di Semarang. Selain menetapkan kondisi Siaga I, ia juga menginstruksikan aparat Polri di lapangan agar mewaspadai tahapan-tahapan pemilu, yakni kampanye, distribusi kotak suara, pemilihan, dan penghitungan suara. "Masing-masing punya tingkat kerawanan berbeda-beda."

Da'i mengakui tahapan kampanye harus mendapat perhatian khusus, karena hal itu tidak hanya menyangkut keamanan saat kampanye, tetapi juga keamanan lingkungan ketika ditinggal berkampanye. Untuk itu patroli juga diarahkan ke pengamanan lingkungan sekitar.

Untuk kawasan Jawa Tengah, Da'i menengarai beberapa titik yang rawan konflik. Kota yang rawan konflik itu antara lain Semarang, Solo, dan kota-kota di wilayah Pantura. "Kota-kota tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda."

Ketua Komisi Hukum DPR RI Teras Narang menganggap pemberlakuan Siaga 1 pada 9 Maret merupakan hal yang tepat. "Itu kan untuk internal kepolisian, on call sebutannya," katanya saat dihubungi Tempo News Room kemarin. Menurut dia, yang dikerjakan kepolisian adalah untuk menjaga kewaspadaan mereka sendiri. Ia melihat langkah tersebut sebagai kewenangan Kepala Polri.

Teras mengimbau agar kondisi siaga tidak ditanggapi secara berlebihan. "Biasa saja," katanya. Dalam kondisi ini persiapan memang diperlukan oleh aparat keamanan. "Jangan berpikir ada pembatasan, kayak zaman Orde Baru saja."

Apel kesiapan pengamanan pemilu di Semarang diikuti tidak kurang dari 3.000 personel dari jajaran Polri, TNI, dan unsur Perlindungan Masyarakat di Jateng. Jumlah ini mewakili tidak kurang 27 ribu kekuatan yang akan diturunkan untuk pengamanan pemilu di Jateng.

Acara itu selain dihadiri Kepala Polri, juga Mensesneg Bambang Kesowo, Mendagri Hari Sabarno, Ketua Komisi Pemilihan Umum Nazaruddin Sjamsuddin, dan Ketua Panitia Pengawasan Pemilu Komarudin Hidayat. Setelah itu, dilakukan dialog di gedung Gradika, yang dihadiri jajaran Kepala Polres, KPU, dan Panwaslu Jateng dan kabupaten/kota, dan para kepala daerah se-Jateng.

Dian Yuliastuti/Yophiandi - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim