Demonstran Tolak Politisi yang Tak Perjuangkan Perempuan
Senin, 08 Maret 2004 | 12:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 200 orang dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) berunjukrasa di Bundaran HI untuk memperingati hari perempuan, Senin (8/3). Menurut koordinator lapangan Wahyu Adiningtyas, demo ini bertujuan menolak parpol atau para politisi yang tidak memperjuangkan hak-hak perempuan. "Pada dasarnya kami tetap mendukung pemilu yang akan dilaksanakan 5 April tapi kami tetap akan bersikap kritis," kata Wahyu.
Dalam pernyataan sikapnya FMN juga meminta agar publik tidak memilih partai dan politisi yang mendukung komersialisasi pendidikan, terlibat KKN, pelanggaran HAM, penjualan aset negara, kejahatan lingkungan, penggusuran tanah dan rumah rakyat, pencabutan subsidi disektor rakyat, pengambilan kebijakan yang merupakan kaum tani dan buruh.
Lebih jauh, menurut FMN, pemerintah selama ini tidak pernah memperjuangan hak-hak perempuan secara serius. Dari data yang diperoleh FMN, kematian ibu melahirkan sekitar 450 per 10.000 kelahiran hidup. "Tiap tahun tidak kurang dari 15.700 wanita yang hamil dan melahirkan meninggal dunia. Angka kematian ibu di Indonesia adalah yang teringgi di negara-negara Asia.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room





