Sosialisasi Pemilu Dinilai Membodohi Buruh

Senin, 08 Maret 2004 | 20:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional Propinsi Banten, Lilis Mahmuda, mengatakan, sosialisasi pemilu yang dilakukan saat ini, baik oleh pemerintah, KPU maupun partai politik, dinilai membodohi buruh. Sebab, selama sosialisasi tidak pernah ada penjelasan secara rinci mengenai pemilu, parpol dan siapa calon legislatifnya.

Padahal, menurut Lilis, yang menjadi salah satu pembicara pada acara memperingati hari perempuan sedunia, Senin (8/3), di Jakarta, pemilu 2004 terhitung rumit dibanding pemilu 1999. Namun kesulitan-kesulitan itu tidak pernah disosialisasikan. Bahkan dia menilai ada faktor kesengajaan dengan mensosialisasikan pemilu secara tidak serentak dan dalam waktu yang sangat singkat.

"Parpol masih berpikiran seperti dulu, melihat buruh sebagai kantong suara yang mudah diambil suaranya. Padahal sekarang sudah berubah. Teman-teman buruh lebih terdidik dalam hal politik (pemilu)," ujarnya sambil menambahkan, buruh sudah cukup memiliki pengalaman pahit untuk mengulang kesalahan pemilu sebelumnya.

Menurut Lilis, sikap membodohi dan ketidakpedulian parpol terhadap buruh juga bisa dilihat dari komitmen mereka terhadap perjuangan nasib buruh. Dari penelitian yang pernah dilakukan Serikat Pekerja Nasional Propinsi Banten baru-baru ini, ada sikap tidak konsisten pemimpin partai dan caleg-calegnya terhadap perjuangan nasib buruh.

Sunariah - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: