Presiden Megawati Resmikan Bendungan Batutegi

Senin, 08 Maret 2004 | 21:23 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Presiden Megawati Sukarnoputeri meresmikan Bendungan Batutegi, di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (8/3). Bendungan yang konstruksinya mulai dilaksanakan Agustus 1995 dan selesai November 2003 itu menghabiskan dana sekitar Rp 920 miliar. "Dilihat dari debit airnya, Bendungan Batutegi adalah tertinggi di Indonesia," kata Presiden dalam sambutannya.

Megawati meminta agar bendungan tersebut dijaga, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Di antara kegunaan bendungan ini adalah sebagai sumber air bagi 66.573 hektare milik petani, yang terdapat di empat kabupaten atau kota, yaitu Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Kota Metro. "Saya minta agar dua sungai menjadi penopang bendungan tersebut, Way Seputih dan Way Sekampung, di jaga," kata Megawati.

Bendungan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan bantuan Japan Bank for International Coorperation (JBIC) itu juga berfungsi sebagai pembangkit listrik, penyediaan bahan baku untuk air minum untuk
kawasan Kota Bandar Lampung, Metro, dan daerah Beranti, Lampung Selatan. Selain itu juga untuk pengendali banjir, pariwisata, dan perikanan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi anatara lain Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Suwandi, Menteri Kehutanan M. Prakosa, serta sejumlah anggota DPR RI.

Presiden juga berterima kasih kepada 1500 keluarga yang harus berpindah tempat karena pembangunan bendungan seluas 3,560 hektare di tujuh desa. "Saya minta masyarakat yang sempat tinggal di kawasan ini menganggap bahwa bendungan ini adalah bagian dari kehidupan mereka," ujarnya.

Presiden juga mengingatkan, agar daerah tangkapan air (catchman area) terus dilakukan penghijauan. "Sepanjang dari Bandar Lampung, saya melihat penghijauan harus ditingkatkan," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Utama Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Hitosyi Aikawa, mengatakan, sangat bangga atas selesainya proyek pembangunan Bendungan Batutegi, yang merupakan bendungan tertinggi se-Asia Tenggara. "Kami berharap bendungan ini bisa mengingkatkan produkstivitas sawah-sawah, sehingga bisa
mengingkatkan pendaptan petani," katanya dalam bahasa Indonesia yang terpatah-patah.

Dalam sambutan tanpa teksnya tersebut, Megawati sempat menyentil masalah pemilu. Menurut Megawati, banyak sekali pihak-pihak yang beranggapan bahwa pelaksanaan pemilu 2004 itu terlalu cepat. "Saya pikir itu tidak, karena idealnya pemilu memang setiap lima tahun sekali," katanya.

Megawati mengingatkan, pemilu kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena rakyat harus memilih langsung, mulai dari DPRD, Dewan Perwakilan Daerrah, dan presiden. "Saya yakin masyakat sudah siap melakukannya. Bila ada yang tidak dipahami, silakan bertanya pada pemerintah provinsi, komisi pemilihan umum, dan panitia pengawas pemilu setempat," tuturnya.

Fadilasari - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: