Susilo Bambang Yudhoyono, Akhirnya ...

Kamis, 11 Maret 2004 | 15:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebelum akhirnya memilih mundur, Susilo Bambang Yudhoyono telah melayani dua presiden; Abdurrahman Wahid sampai Megawati. Inilah perjalanan karir politiknya di pemerintahan.

Juni 2000
Ditugasi Presiden Abdurrahman Wahid melakukan negosiasi pengembalian harta Keluarga Cendana.

15 Agustus 2000
Selaku Menteri Pertambangan dan Energi, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Menteri Erna Witoelar dan Menteri Ryaas Rasyid ditugasi Presiden Abdurrahman menyusun struktur kabinet.

Agustus 2000
Dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan.

28 Mei 2001
Presiden Abdurrahman menyerahkan maklumat kepada Susilo agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan akibat situasi politik darurat.

1 Juni 2001
Menko Susilo Bambang Yudhoyono bersama Jaksa Agung Marzuki Darusman dan empat menteri lainnya diberhentikan oleh Presiden Abdurrahman. Susilo diberhentikan karena tak mendukung rencana Presiden mengeluarkan dekrit keadaan darurat.

25 Juli 2001
Bersama Hamzah Haz dan Akbar Tandjung, ia memperebutkan kursi wakil presiden dalam Sidang Istimewa MPR. Susilo disokong Fraksi Kesatuan dan Kebangsaan Indonesia dan 90 anggota MPR/DPR nonfraksi.

8 Agustus 2001
Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz menempatkan Susilo sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.

12 Oktober 2002
Saat bom meledak di Bali, ia menyindir keras Wakil Presiden Hamzah Haz karena mengatakan tidak ada teroris di Indonesia.

19 Mei 2003
Susilo mengumumkan pemberlakuan darurat militer di Nanggroe Aceh Darussalam.

30 Mei 2003
Partai Kebangkitan Bangsa memasukkan nama Susilo bersama Abdurrahman Wahid, Hasyim Muzadi, dan Nurcholis Madjid sebagai calon presiden mereka.

9 Juni 2003
Partai Amanat Nasional memasukkan nama Susilo bersama delapan nama lain sebagai kandidat calon wakil presiden.

Mei-September 2003
Nama Susilo Bambang Yudhoyono muncul sebagai calon presiden dalam berbagai jajak pendapat. Ia menduduki tempat teratas dan setidaknya lima besar dalam jajak pendapat itu.

September-Oktober 2003
Foto Susilo banyak beredar dalam bentuk poster, stiker, dan spanduk Partai Demokrat.

10 Januari 2004
Amien Rais menilai Susilo sebagai tokoh militer reformis dan berharap bisa menjadi pendampingnya ke kursi kepresidenan.

9 Februari 2004
Kepada TEMPO, Susilo menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden. Ia juga mengakui punya pertalian dengan Partai Demokrat.

10 Februari 2004
Menyatakan siap mundur dari kabinet jika resmi ditetapkan sebagai calon presiden.

13 Februari 2004
Susilo tak tampak dalam rapat di Istana Negara membahas Peraturan Pemerintah tentang Kampanye Pejabat Tinggi Negara.

1 Maret 2004
Dengan mengutip pernyataan sekretaris Menko Polkam, Sudi Silalahi, beberapa media memberitakan bahwa Susilo merasa dikucilkan oleh Presiden Megawati. Ia antara lain tak dilibatkan dalam pembahasan Peraturan Pemerintah tentang Kampanye Pejabat Tinggi Negara dan Pemantauan Persiapan Akhir Pemilu di Seluruh Provinsi.

1 Maret 2004
Suami Presiden Megawati, Taufiq Kiemas, menilai sikap Susilo kekanak-kanakan.

2 Maret 2004
Susilo menyatakan diri tetap sebagai Menko Polkam. Ia bilang tak mau menanggapi Taufiq Kiemas.

3 Maret 2004
Membacakan sambutan Presiden pada pembukaan lokakarya di Lembaga Ketahanan Nasional, sekaligus menjadi pembicara di forum itu.

4 Maret 2004
Mengunjungi ruang pusat data dan ruang rapat utama Komisi Pemilihan Umum. ?Pemerintah yakin pemilu dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal.?

Majalah TEMPO, 14 Maret 2004






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: