Taufiq Kiemas Kunjungi Pondok Buntet

Senin, 22 Maret 2004 | 20:30 WIB

TEMPO Interaktif, Cirebon: Suami Presiden Megawati, Taufiq Kiemas, datang mengunjungi Pondok Buntet Pesantren Astanajapura, Cirebon, Senin (22/3) siang. Dalam kunjungan tersebut, Taufiq meminta restu pada pimpinan Pondok Buntet K.H. Abdullah Abbas agar pemilu berjalan aman.

"Kunjungan ini untuk minta doa restu supaya pemilu berjalan selamat," ujarnya. Ia buru-buru membantah, jika kunjungannya itu untuk meminta dukungan dari warga nahdiyin di Cirebon pada PDIP. "Jadi, kunjungan ini hanya kunjungan kerja biasa, tidak ada kaitannya dengan rencana koaliasi NU, PDIP, dan golkar" katanya.

Taufiq juga membantah pertemuan yang dilakukannya dengan pimpinan Pondok Buntet Pesantren Astanajapura itu sebagai bentuk tandingan dari pertemuan para kyai NU sebelumnya yang mendukung Abdurrahman Wahid. Menurutnya, kunjungan yang dilakukannnya itu justru sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. "Bahkan sebelum adanya pertemuan para kyai di sini, tapi baru terlaksananya sekarang," ujarnya.

Meski begitu, pada kesempatan itu Taufiq mengatakan, rencana koaliasi kaki tiga (NU, PDIP, dan Golkar) akan tetap jalan terus. Pasalnya, lanjut dia, ketiganya memilki platform yang sama. "PDIP, Golkar, dan NU memiliki kesamaan tentang negara majemuk, pancasila, dan negara kesatuan," katanya.

Namun, soal siapa yang akan maju menjadi calon presiden dan wakil presiden, Taufiq tidak mau mengatakannya. "Kita saat ini bicara tentang ideologi dulu, yakni platform yang sama," katanya. Selain itu, kata dia, rencana koalisi itu baru pembicaraan-pembicaraan awal, belum ada kesimpulannya.

Selain akan melibatkan NU, menurut Taufiq, rencana koalisi untuk menggandeng kelompok Islam itu akan diperluas lagi. "Salah satunya Pak Malik Fajar," ucapnya. Bahkan, ia juga menyatakan, akan berterima kasih jika Yusril Ihza Mahendra mau turut bergabung dalam koalisi itu. "Dengan banyak temen, semakin bagus," katanya sambil tersenyum.

Ketika ditanya bagaiamana strategi PDIP jika justru ternyata Golkar yang unggul dalam pemilu legislatif, Taufiq hanya mengatakan, "Kita yakin PDIP unggul." Ia juga yakin, para kyai NU akan mendukung rencana koaliasi itu. "Saya rasa, kalau semuanya untuk kemaslahatan orang banyak, para kyai pasti dukung," ucapnya yakin.

Pertemuan Taufiq Kiemas dengan para sesepuh kyai di Pondok Buntet sendiri berlangsung hampir dua jam. Dalam kunjungan itu, Taufiq tampak ditemani oleh Wakil Sekjen PDIP Pramono Anung, serta Bupati Cirebon Dedi Supardi, dan Ketua DPRD Cirebon Maskub Guntoro.

Awalnya, Taufiq melakukan pembicaraan tertutup dengan K.H. Abdullah Abbas selama 15 menit. Selanjutnya, Taufiq kembali melakukan pembicaraan secara terpisah dengan sesepuh Pondok Buntet, seperti K.H. Abdul Hamid Anas, K.H. Kasanuddin Kriyani, K.H. Abdul Jamil. Saat itulah, di tengah guyuran hujan deras, para kyai sempat mendaraskan doa yang dipimpin oleh K.H. Adib Rofi'uddin. Selain itu, Taufiq pun memberikan bantuan pribadi untuk penyelesaian pembangunan Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (YLPI) Pondok Buntet Pesantren Asatanajapura.

Kunjungan Taufiq Kiemas ke Pondok Buntet semakin memperpanjang daftar para politisi yang berkunjung ke pesantren nahdliyin itu menjelang pemilu 2004. Sebelumnya, Amien Rais, Akbar Tanjung, dan Susilo Bambang Yudhoyono sempat pula mampir di Pondok Buntet untuk meminta doa.

Menanggapi hal itu, H. Ayip Abbas, putra K.H. Adullah Abbas mengatakan, pesantren pada prinsipnya tidak akan menolak tamu siapa pun. "Walaupun yang datang itu bromocorah," katanya. Artinya, lanjut Ayip, siapa pun tamu yang datang, pesantren akan tetap menghormatinya. Meski begitu, ia menyatakan, pesantren tidak berpihak pada tamu siapa pun yang datang.

Ayip juga menuturkan, baik Taufiq Kiemas maupun para politisi sebelumnya yang datang ke Pondok Buntet, sama-sama hanya meminta doa saja dari para kyai. Umumnya, ucap dia, para politisi itu hanya meminta keselamatan bangsa dan negara dalam pemilu nanti.

"Jadi, kunjungan Pak Taufiq ini hanya silaturahmi saja. Tidak ada unsur politiknya, dan sama sekali tidak meminta bantuan untuk mendukung PDIP, apalagi meminta restu Megawati jadi capres" katanya. Pimpinan Pondok Buntet sendiri, kata Ayip, hanya mendoakan saja. "Jadi, bapak (K.H. Abdullah Abbas) hanya berdoa saja untuk keselamatan seluruh bangsa," ujarnya.

Soal bantuan yang diberikan Taufiq untuk penyelesaian pembangunan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet, Ayip menilai, bantuan itu tidaklah mengikat. "Bantuan itu bukan berarti kita disuruh mendukung PDIP," ucapnya. Ia sendiri, belum tahu persis, bentuk bantuannya seperti apa, dan berapa besarnya.

Yandhrie Arvian - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: