Muhaimin Akui Ulama NU Mulai Pecah
Kamis, 25 Maret 2004 | 00:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Sekjen DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengakui telah terjadi perpecahan diantar para kyai atau ulama NU beberapa waktur terakhir, terutama dalam soal pencalonan Abdurrahman Wahid sebagai Calon Presiden dari kalangan Nahdliyin dan PKB.
"Ya, dinamika politik NU dari zaman ke zaman kan memang selalu diawali oleh perbedaan pendapat. Tapi sejarah pula yang menunjukkan bahwa pada akhirnya perbedaan pendapat itu akan kembali menyatu dan ada kesimpulan bersama, itu yang harus dicatat," kata Muhaimin ditemui Tempo News Room sebelum menyampaikan orasi politik pada kampanye dialogis yang digelar di Gedung Soetarjo Kampus Universitas Jember, Rabu (23/3) sore.
Adanya perpecahan seperti kubu kyai khos poros Buntet dan poros Lirboyo, lanjutnya, sudah merupakan kebiasaan para kader NU dan warga Nahdliyin. Tetapi hal tersebut tidak akan pernah mengubah arah tujuan gerakan warga NU. "Seperti Pak Hasyim bilang masalah netralitas NU, tapi kenyataannya Pak Hasyim masih tetap membantu PKB. Sehingga masalah dengan para kiai ditingkat bawah akhirnya juga selesai," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Muhaimin juga menegaskan bahwa ruag lingkup perbedaan di kalangan ulama NU itu sangat lebar. "Semua perbedaan pendapat yang ada di NU itu berjalan dengan sangat dinamis. Boleh saja para ulama atau kiai NU mempunyai calon presiden masing-masing, tapi pada
akhirnya akan menemukan titik temu yang baik," lanjutnya.
Meski saat ini mulai ada perbedaan pandangan dan issu-issu tidak sedap tentang perpecahan ulama NU dalam pencalonan presiden mendatang, tapi hingga saat ini yang ada di atas angin masih kuat adalah Gus Dur. Bahkan, lanjut Muhaimin, hasil muskernas PKB yang akan datang dperkirakan
tetap akan memutuskan Gus Dur sebagai satu-satunya calon presiden.
Mengenai munculnya nama Sosilo Bambang Yudoyono menurut Muhaimin hanya dimunculkan untuk dijadikan wakil atau pendamping Gus Dur. "SBY merupakan orang yang diuntungkan situasi politik saat ini. Karena semua partai saat ini mulai melirik dia," katanya.
Mahbub Djunaidy - Tempo News Room





