Demam Berdarah Berakhir Mei-Juni
Jum'at, 26 Maret 2004 | 15:12 WIB
TEMPO Interaktif, Subang:Departemen Kesehatan menargetkan penanggulangan wabah demam berdarah dengue secara nasional akan berakhir pada periode Mei–Juni 2004. Hingga menjelang akhir Maret jumlah penderita demam berdarah tercatat sebanyak 400 ribu kasus. Dari jumlah itu, 90 persennya dinyatakan sudah sembuh.
"Wabah demam berdarah tiga bulan lagi selesai," kata Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Umar Fahmi kepada Tempo News Room, di Subang, Jumat (26/3).
Menurut Umar, berakhirnya serangan wabah demam berdarah juga sangat ditentukan oleh berakhirnya musim hujan. Sementara wabah demam berdarah tidak bisa dihilangkan sampai titik nol. Umar mengaku tak hafal angka pasti pasien demam berdarah yang telah meninggal dunia.
Karena wabah belum selesai, kata Umar, seluruh rumah sakit milik pemerintah, pemerintah daerah, dan swasta masih harus terus siaga untuk melakukan upaya pertolongan pertama. Ia mengingatkan agar para pimpinan rumah sakit tetap memberikan kemudahan-kemudahan. Keluarga yang akan merawat sanak saudaranya yang terkena demam berdarah dilarang untuk diminta uang muka perawatan.
Untuk membantu biaya perawatan pasien demam berdarah dari keluarga yang tidak mampu, kata Umar, Departemen Kesehatan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20-50 miliar dari alokasi dana anggaran dana bencana sebesar Rp 150 miliar. "Tapi, dananya memang belum turun."
Jika dana perawatan tersebut telah cair, setiap penderita demam berdarah dari keluarga tidak mampu dipastikan akan mendapatkannya dengan jumlah bervariasi. Sesuai perhitungan, setiap penderita biasanya memerlukan lama perawatan rata-rata lima hari dan memakan biaya perawatan antara Rp500 ribu hingga Rp 800 ribu.
Wabah demam berdarah di Jawa Barat telah menyerang 12.600-an warga. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 137 orang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat V. Parayudha, pihaknya mempunyai target mengeliminasi wabah demam berdarah antara Mei–Juni.
Nanang Sutisna - Tempo News Room






Komentar Anda :