Kito Dinilai Mendiskreditkan Akbar dan Golkar

Jum'at, 26 Maret 2004 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Petinggi Partai Golkar menilai tuntutan jaksa Kito Irkhamni terhadap Akbar Tandjung bertujuan untuk mendikreditkan Akbar dan partai Golkar. Mereka mengatakan tuntutan itu lebih kental nuansa politisnya daripada yuridisnya.

Demikian penuturan fungsionaris Partai Golkar Syamsul Muarif dan calon presiden lewat konvensi Partai Golkar, Jusuf Kalla, di Istana Negara, Jumat (26/3).

Syamsul mengatakan kasus itu muncul untuk menampilkan citra jelek Akbar dan Golkar. "Seolah-olah begitu bobroknya keadaan itu," kata dia. Ditambahkannya, meski proses hukumnya masih dini dia yakin tujuannya adalah pendiskreditan.

Syamsul sendiri mempertanyakan gugatan Kito di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu. Dia yakin Akbar tidak sejahat yang ditampilkan Kito. Seperti diketahui Jaksa Kito melayangkan gugatan terhadap Akbar Tandjung yang dinilai mengingkari janjinya memberi imbalan Rp 1 miliar terkait pembebasan Akbar di Mahkamah Agung dalam kasus penyelewengan dana nonbujeter Bulog.

Syamsul mengatakan Golkar akan membela Akbar. Mereka akan melayani jalur hukum yang ditempuh Kito dengan cara yang sama. Sedangkan Jusuf Kalla mengatakan sebaiknya masalah hukum tidak dicampuradukkan dengan politik. Kalaupun ada upaya seperti itu sebaiknya menunggu sampai proses hukumnya selesai.

Kalla mengakui persoalan itu sedikit banyak berpengaruh pada proses pencalonan presiden dari Partai Golkar. "Namanya saja politik," kata dia beralasan.

Akan tetapi Kalla menepis anggapan bahwa persoalan itu akan berpengaruh terhadap Partai Golkar dalam pemilu. Alasannya kasus itu adalah persoalan pribadi Akbar, bukan masalah partai.

Deddy Sinaga - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: