Wartawan Boikot Kampanye Partai Demokrat
Sabtu, 27 Maret 2004 | 21:43 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik di Bandung melakukan unjuk rasa Sabtu (27/3) siang. Mereka memboikot peliputan kampanye Partai Demokrat yang dihadiri oleh Susilo Bambang Yuhdoyono di Lapangan Gasibu Bandung.
Aksi ini dipicu oleh tindakan Satgas Partai Demokrat yang melarang wartawan masuk mendekati panggung. Dengan alasan pengamanan, satgas memasang tampang seram kepada setiap wartawan yang memasuki pagar di belakang panggung. Walaupun wartawan sudah memperlihakan kartu pers atau surat tugas, satgas tetap menanyakan kartu identitas lain yang sudah disiapkan panitia. Masa saya dikira wartawan bodong,? ujar Sigit, koresponden RCTI.
Berbeda dengan kampanye yang dilakukan parpol lain, panitia kampanye Partai Demokrat memasang pagar besi di sekeliling panggung dan tidak sembarang orang bisa melintasinya. Beberapa satgas berpakaian biru-biru menerapkan pengamanan berlapis.
Wartawan yang memboikot acara ini akhirnya hanya duduk-duduk di depan gerbang Gedung Sate Jalan Diponegoro sambil menjejerkan kamera dan peralatan lainnya. Taufik, wartawan AKSI, sempat melakukan happening art dengan mencoreti badannya dengan spidol bertuliskan "Korban SBY."
Larangan masuk tidak hanya untuk wartawan. Anggota KPU dan simpatisan Partai Demokrat sendiri ada yang dilarang masuk. "Saya saja sempat tidak diperbolehkan masuk, padahal sudah memperlihatkan kartu identitas,? ujar Andri Perkasa Kantaprawira, anggota KPU Kota Bandung kepada Tempo News Room.
Beberapa simpatisan yang mengaku sebagai anggota satgas Partai Demokrat juga dilarang masuk oleh
satgas. Akibatnya, larangan ini memicu pertengkaran di antara satgas. Yudi Saputra, salah seorang simpatisan, sempat mengamuk dan menantang satgas yang melarangnya masuk. Namun aparat kepolisian meminta Yudi dan dua orang kawannya meninggalkan lokasi kampanye.
"Saya beli kaus parpol dengan uang sendiri. Saya ke sini hanya untuk bertemu dengan SBY," ujarnya dengan nada tinggi. Setelah itu dia membuka kaus oblong bergambar SBY dan melemparkannya ke arah satgas. Kemudian dia memasuki sebuah BMW hitam bernopol B 788 dan melesat meninggalkan tempat itu. Sebelumnya, Yudi juga sempat memperlihatkan Kartu Tanda Anggota Partai Demokrat kepada wartawan yang mengerubunginya.
Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat, Max Sopacua mengaku tidak mengetahui proses pengamanan yang dilakukan panitia. Menurut Max, semua itu tanggung jawab Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat. "Saya kan dari DPP. Tapi tadi sudah saya tegur satgas-satgas itu agar wartawan diperbolehkan masuk," ujarnya.
Rana Akbari Fitriawan dan M. Taufiq - Tempo News Room





