Alwi Minta Kader PKB Jangan Terpengaruh Serangan Fajar
Sabtu, 27 Maret 2004 | 21:54 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Kampanye serentak sejumlah partai besar di Kota Tangerang berlangsung damai. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusung juru kampanye nasional yang juga Ketua Umum Alwi Shihab, dalam kampanye putaran terakhir Sabtu (27/3) dihadiri sekitar 10 ribu massa di lapangan LP anak laki-laki, Jalan Daan Mogot Kota Tangerang.
Dalam orasi politiknya Alwi menyatakan, PKB memang tidak punya uang, tetapi dengan dukungan kyai dan ulama niscaya rakyat akan sejahtera. Alwi mengatakan secara optimis bahwa Pemilu yang akan berlangsung 5 April mendatang PKB bisa nomor satu. "Massa PKB bukan massa bayaran, meski hujan dan panas tetap bertahan mendengarkan orasi dalam setiap kampanye. Kalau massa partai lain mungkin sudah bubar," tutur Alwi.
Alwi, dengan pengawalan ketat, datang ke lokasi kampanye sekitar pukul 15.00 WIB. Sekitar 15 menit, Alwi berkesempatan bertemu dengan pendukung partainya. Ia berpesan agar masyarakat benar-benar memilih partai yang tidak membela yang bayar. Melainkan partai yang pemimpinnya tidak korupsi dan jujur.
Kepada Tempo News Room yang mencegatnya di dalam mobil, Alwi secara tegas mengatakan agar masyarakat tidak salah pilih. "Pesan saya kepada kader PKB supaya tidak terpengaruh terhadap serangan-serangan fajar. Tetap konsisten," ujarnya. Alwi juga mengatakan bahwa pada hari yang sama Gus Dur ke Lampung.
Pantauan Tempo News Room di lapangan LP anak, sejak kampanye berlangsung tak ada keributan. Para kader dan simpatisan PKB tampak antusias mengikuti kegiatan acara kampanye yang juga menampilkan penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang. Sebelum orasi politik dari sejumlah caleg, massa dihibur dengan lagu-lagu kasidah dan dangdut serta mars partai.
Sementara itu, kampanye PDI Perjuangan yang berlangsung di lapangan A. Yani juga berlangsung cukup tertib. Diperkirakan, 10 ribu massa mendatangi lokasi kampanye yang menghadirkan juru kampanye nasional Taufik Kiemas. Dalam orasi politiknya Taufik berpesan agar rakyat tetap memilih PDIP. Selebihnya massa PDIP berkeliling di sejumlah jalan protokol. Massa yang enggan masuk ke lapangan A. Yani itu akhirnya memacetkan sejumlah jalan protokol.
Ribuan massa PDIP, sejak pukul 120.00 WIB, sudah mulai turun di jalan-jalan protokol. Arak-arakan massa dengan sepeda motor memenuhi jalan-jalan, dan melalui sejumlah lokasi kampanye partai lain. Tak jarang massa partai kepala banteng bermocong putih itu menggeber-geber kendaraan bermotornya. Mereka juga membawa anak-anak kecil.
Dengan banyaknya massa PDIP itu, sejumlah kader partai PAN dan Partai Patriot yang sedang melintas di Jalan TMP Taruna (depan Stadion Benteng) terjebak dalam arak-arakan massa PDIP.
Ayu Cipta - Tempo News Room





