Massa PDIP Macetkan Sejumlah Ruas Jalan
Minggu, 28 Maret 2004 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Arus massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sejak Minggu (28/3) pagi ini merangsek menuju Jakarta. Meraka antara lain datang dari Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Bahkan tak sedikit mereka berasal dari Bandung dan Cirebon, Jawa Barat.
Mereka ini berkampanye ke Gelora Bung Karno yang juga dihadiri Ketua Umum PDI P Megawati Soekarno Putri. Massa simpatisan si Moncong Putih itu tumpah ruah ke berbagai ruas jalan di Ibu kota. Akibatnya berbagai jalan seperti Gatot Subroto, jembatan Semanggi, dan Jalan Sudirman macet.
Mereka seperti tertarik magnet. Massa memadati hampir seluruh ruas jalan, terutama yang ke arah Senayan. Jalan Warung Buncit-Mampang Pramatan sejak pagi sudah memerah. Begitu pula dari arah Ciputat, Lebak Bulus, hingga Arteri Pondok Indah, konvoi massa PDI Perjuangan menuju arah berlangsungya kampanye itu.
Di jalan Gandaria dan Pakubuwono, Jakarta Selatan, misalnya, ratuasn massa sejak pukul 09.00 WIB telah berkumpul di pinggiran jalan bersiap untuk arak-arakan. Menjelang siang, jumlah simpatisan semakin bertambah hingga menyebabkan antrean panjang kendaraan.
Kemacetan dari pinggiran menuju tengah Kota Jakarta tak terelakkan. Iring-iringan sepeda motor dan mobil bergerak lambat menuju gelora tampak di mana-mana. Suara bising knalpot yang dicopot peredamnya, menambah suasana di jalanan kian tak nyaman. Arak-arakan ini sempat membuat kesal sejumlah warga yang hendak bepergian.
Mawar, 24 warga, contohnya. Warga Taman Puring itu mengaku kesal karena tidak mendapat angkutan umum untuk berangkat ke gereja yang satu jalur kea rah Senayan. Taksi pun jarang melintas. Kalau ada, umumnya menolak mengantarkan. ?Sopirnya tidak berani melaju ke arah Senayan," kata perempuan yang tiap minggu beribadah di Jakarta Convention Center ini.
Sementara itu, seorang pengguna jalan lain malah bersumpah serapah. "Mana ada yang mau milih partai ini kalau baru kampanye saja sudah bikin orang susah." Gerutu Yuda yang kebetulan juga hendak menuju ke Senayan untuk melihat pameran buku.
Elik Susanto, Mawar Kusuma-Tempo News Room





