Wiranto Tidak Ingin Bicara Dulu Soal Konvensi
Rabu, 31 Maret 2004 | 22:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Salah satu calon peserta konvensi Partai Golkar, Wiranto, belum mau berbicara banyak tentang keikutsertaanya dalam konvensi. "Konsentrasinya sekarang memenangkan Pemilu Legislatif yang akan datang. Kita tunggu nanti 5 April," katanya kepada wartawan usai kampanye di Stadion Rawa Badak, Jakarta Utara, Rabu (31/3).
Wiranto sendiri tetap pada keinginannya semula untuk menjadi Presiden dalam pemilihan mendatang. "Saya tetap mencalonkan diri jadi presiden, bukan wakil," ujarnya.
Ia sendiri tidak melihat adanya perseteruan antara calon-calon konvensi yang lain. Menurutnya, hal yang biasa dalam sebuah kompetisi jika ada sesuatu yang menyinggung atau tidak pas. "Dalam kompetisi itu biasa, saya melihat tidak ada perseteruan apa-apa," katanya.
Mengenai perolehan suara Golkar yang diperkirakan akan turun pada pemilu mendatang, Wiranti berkeyakinan hal itu tidak akan terjadi. Menurutnya, berdasarkan realita di lapangan ada semangat yang timbul untuk Partai Golkar kembali memberikan kontribusi dalam membangun bangsa ini.
Ia juga melihat ada suatu kesungguhan dan keinginan yang sangat besar dari rakyat untuk mendapatkan suasana baru dan kondisi baru. Dimana, lanjutnya, kondisi baru ini memungkinkan rakyat mendapatkan jaminan keamanan, ketertiban, keteraturan dan kesejahteraan.
Ketika ditanya seberapa besar keyakinannya itu, Wiranto menjawab, "Berusaha saja, nggak usah yakin-yakinan, persen-persenan, usahakan yang terbaik, serahkan pada masyarakat."
Wiranto juga memandang koalisi antar partai peserta pemilu sangat diperlukan. Menurutnya, tidak mungkin ada satu partai yang akan menang mutlak pada pemilu nanti. "Kalau ada kesamaan visi dan misi, semangat yang sama untuk tujuan yang sama kenapa tidak koalisi," katanya.
Akan tetapi ia belum bisa menjawab dengan partai mana kiranya Golkar akan berkoalisi. Saat ini, Partai Golkar masih menunggu hasil pemilu legislatif untuk menentukan pasangan koalisi. "Setelah pemilu legislatif, baru ada suatu dinamika baru dimana ada suatu kristalisasi berbagai partai politik berupa koalisi," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wiranto juga menanggapi pembakaran bendera Partai Golkar dan penyerangan ke arah simpatisan Partai Golkar. Ia mengatakan, perbuatan membakar bendera partai politik atau perkelahian antar simpatisan sebaiknya ditinggalkan. Menurutnya setiap ketidakcocokan bisa diselesaikan dengan jalan diskusi. "Cara-cara seperti itu harus ditinggalkan, kita harus masuk dalam suatu suasana yang lebih rasional, lebih sehat," ujarnya.
Dewi Retno - Tempo News Room





