MUI: Tidak Menganjurkan Pilih Partai Islam

Kamis, 01 April 2004 | 16:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dalam tausiahnya, Forum Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, tidak pernah menganjurkan umat islam untuk memilih partai islam dalam pemilihan umum (Pemilu) 2004. "Tapi pilihlah sesuai dengan hati nurani dan akal sehat," kata Ketua Majelis MUI Umar Shihab, di Jakarta, Kamis (1/4).

MUI sendiri menyerukan kepada masyarakat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan memilih partai politik (Parpol) dan calon legislatif (caleg) yang amanah dan betul-betul dapat membawa perubahan dalam kehidupan berbangsa. Masyarakat hendaknya mengedepankan pertimbangan akal sehat serta keyakinan agama yang rohmatan lil alamin.

MUI juga menyerukan kepada seluruh Parpol dan caleg untuk berlaku jujur dan adil dalam memperoleh dukungan rakyat, tidak menerapkan praktek politik yang menghalalkan segala cara terutama penyuapan atau politik uang. "Hal itu merupakan perangai tercela dalam pandangan agama dan merupakan pengkhianatan pada rakyat dan negara," kata Sekretaris Jenderal MUI Din Syamsuddin.

Masyarakat juga diharapkan dapat memandang Pemilu 2004 sebagai momentum strategis untuk mengatasi multi krisis dan mengakhiri masa peralihan dan memberi kelanjutan. Sehingga perubahan harus dilaksanakan atas kesadaran sendiri sebagai warga negara serta kehendak bersama kekuatan sosial politik. "Seluruh bangsa Indonesia, khususnya umat islam harus memperbanyak doa, dzikir dan munajat kepada Allah SWT dalam menghadapi Pemilu 5 April 2004," kata Umar Shihab.

Maria Ulfah - Tempo News Room






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: