Menlu: Pemilu di Luar Negeri Serentak
Senin, 05 April 2004 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda mengatakan, meskipun ada perbedaan waktu antar negara, penyelenggaraan pemilu bagi pemilih yang berada di luar negeri tetap dilaksanakan serentak 5 April. "Tercatat 410 ribu pemilih di luar negeri yang tersebar pada 130 perwakilan RI," kata dia usai melakukan pencoblosan di TPS 002 Kompleks Menteri Widya Chandra, Senin (5/4).
Hasan menjelaskan, dari jumlah pemilih itu, konsentrasi terbesar ada di Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. "Untuk pemilih di Malaysia dan Singapura dimasukkan dalam wilayah pemilihan DKI 1, sedangkan yang lainnya untuk wilayah pemilihan DKI 2," katanya.
Ia bahkan menuturkan, sejak Rabu (31/3) lalu, distribusi surat suara dan kelengkapan logistik pemilu lainnya sudah menjangkau semua perwaikilan Indonesia di luar negeri. "Kesiapan pemilu di luar negeri justru lebih merata," katanya.
Meski begitu, ia mengakui, adanya beberapa kendala dalam pendaftaran pemilih di luar negeri. "Dalam persiapannya, memang ada masalah pendaftaran. Dari 1,9 juta WNI yang mempunyai hak pilih di luar negeri, pemilih yang terdaftar hanya 23 persen," ujarnya.
Penyebabnya, kata Hasan, karena keberadaan warga negara Indonesia di luar negeri itu, seperti Malaysia, banyak yang ilegal. "Selain itu," kata dia," sebagian besar WNI di Malayasia dan Arab Saudi yang bekerja di sektor informal." Sehingga, Hasan beralasan, WNI yang umumnya bekerja di rumah-rumah itu sukar dijangkau dalam proses pendaftaran. "Daya jangkau kita terbatas karena hal itu," ucapnya.
Selain itu, Hasan berpendapat, hal itu juga disebabkan karena pemilu di luar negeri itu dilaksanakan pada jam kerja. "Sehingga mereka agak sukar untuk meninggalkan jam kerjanya, walaupun mereka-mereka yang bekerja di sektor formal, seperti perusahaan, tidak kesulitan untuk didaftar,"ujar dia.
Untuk mengantisipasi hal serupa pada pemilihan presiden 5 Juli nanti, Hasan mengatakan, upaya yang akan dilakukan pihak departemen luar negeri tidak akan beranjak jauh dari apa yang sudah dilakukan selama ini.
Yandhrie Arvian - Tempo News Room





