Golkar Siap Berkoalisi dengan Partai Demokrat

Rabu, 07 April 2004 | 09:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Golkar mulai melirik calon presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Partai Golkar Bomer Pasaribu, pembicaraan memang sudah berlangsung secara personal, namun tidak secara organisatoris. "Dengan Partai Demokrat, kami siap berkoalisi. Tapi prinsipnya, koalisi itu bisa dengan siapa pun," katanya kemarin.

Kendati demikian, kata Bomer, pihaknya masih menunggu perolehan suara yang belum stabil. Sebagai partai di garis tengah, perolehan suara sangat menentukan posisi tawar koalisi.

Ketua Umum Akbar Tandjung juga menyampaikan hal yang sama. "Pokoknya nanti kalau sudah diketahui secara keseluruhan baru kita bisa memutuskan dengan siapa kami akan berkoalisi," katanya.

Yudhoyono sendiri sudah merancang koalisi terbatas pemerintahan jika dia resmi menjadi calon presiden. Ia menyebut koalisi secara informal dengan PKB, Partai Golkar, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan Sejahtera. Meski begitu, pembicaraan belum mencapai kesepakatan definitif. "Kan tidak mungkin berjuang sendiri. Berjuang itu harus kompromi dan ada power sharing," kata Yudhoyono.

Saat ditanya peluang PDI Perjuangan berkoalisi dengan pihaknya, Yudhoyono menjawab seraya tersenyum, "Sulit dibayangkan."

Di mata pengamat politik Arbi Sanit, koalisi Partai Demokrat dengan Partai Golkar sangat mungkin terjadi. "Golkar yang akan menjadi kuncinya," katanya.

Namun, kata dia lagi, koalisi akan membawa konsekuensi bagi Golkar. PDI Perjuangan juga akan berkoalisi dengan partai lain. Koalisi Golkar dan PDI Perjuangan masih mungkin dilakukan jika Moncong Putih berada di papan atas.

Hingga kemarin, Golkar sementara menempati urutan pertama, menyodok PDI Perjuangan yang berada di urutan kedua. Kondisi itu semakin meyakinkan Bomer bahwa partainya masih menimbang untuk tetap mencalonkan presiden, bukan wakil presiden.

Perolehan suara sementara Partai Demokrat yang menyodok ke posisi keempat juga membuat posisi Yudhoyono semakin diperhitungkan. Dua hari berturut-turut, sejak Senin (5/4), rumah mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan didatangi banyak tokoh. Abdurrahman Wahid, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa, dan Ketua Umum Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi, misalnya, telah menyambangi rumah SBY--begitu Yudhoyono akrab disapa--di perumahan Puri Cikeas Indah, Bogor.

Menurut SBY, kedua tokoh itu hanya ingin menyampaikan selamat atas perolehan suara Partai Demokrat. Pembicaraan tidak menyinggung substansi koalisi pencalonan presiden maupun wakil presiden. Secara garis besar, hanya dibicarakan tentang kisaran kerja sama membangun bangsa ke depan. "Belum berbicara menyentuh substansi," kata dia, pendek.

Sementara itu, Markas Besar TNI kemarin menggelar konferensi pers untuk menjelaskan bahwa meroketnya Partai Demokrat tidak ada hubungannya sama sekali dengan bantuan TNI. "Kami tidak mendukung partai-partai, baik itu secara individu ataupun partai dalam pemilu legislatif maupun presiden," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, di Gedung Media TNI, Jakarta, kemarin.

Eduardus K/M Fasabeni/Fajar WH - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: