Pemantau Temukan Kecurangan Parpol di Aceh

Rabu, 07 April 2004 | 15:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemantauan pemilu yang dilakukan oleh Forum LSM Aceh dan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) menemukan berbagai kecurangan yang dilakukan partai politik peserta pemilu selama masa tenang dan saat pencoblosan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kecurangan itu dilakukan oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Demokrat.

Direktur YAPPIKA Lili Hasanudin mengatakan kecurangan yang dilakukan antara lain berbentuk pembagian beras atau uang, pemberian fasilitas, dan perhitungan suara tidak dilakukan di tempat pemungutan suara.

"Bahkan ada yang dari luar Aceh bisa mencoblos," kata Lili kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/4). YAPPIKA dan Forum LSM Aceh melakukan pemantauan di 405 TPS dari 11.223 TPS yang ada di Aceh.

Di Desa Ujung Barat, Kabupaten Aceh Tenggara, semua kertas suara telah dicoblos sebelum pemungutan suara dilakukan. Perhitungan suaranya pun tidak dilakukan di tempat pemungutan suara, melainkan di rumah kepala desa yang dijaga oleh anggota Pemuda Pancasila. "Lucunya, 100 persen suara memilih Partai Golkar," katanya.

Partai Golkar, kata Lili, juga kedapatan membagikan beras untuk rakyat miskin di Singkil Utara, yang diklaim sebagai pemberian Golkar. Kejadian yang sama juga terjadi di Aceh Tenggara. Di Sabang, Golkar juga membagi-bagikan kupon makan gratis menjelang pencoblosan.

Sementara, PPP juga kedapatan membagi-bagikan uang sebesar Rp 10 ribu per orang di Langsa Barat, Aceh Timur, malam sebelum pencoblosan. Golkar melakukan hal yang sama di Paya Bujuok, Seulamat.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Komarudin Hidayat mengatakan telah menerima laporan kecurangan dalam perhitungan suara di beberapa daerah. Kecurangan ini kemungkinan dilakukan oleh partai politik peserta pemilu. Namun dia menolak menyebutkan berapa kasus dan di daerah mana terjadinya kecurangan tersebut. "Nanti menjadi fitnah ke partai," katanya seraya menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan klarifikasi.

Sapto P - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: