PKB Hanya Terima Hasil Perhitungan Manual

Jum'at, 09 April 2004 | 17:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Mahfud MD mengatakan pihaknya hanya akan menerima hasil perolehan pemilu yang berdasarkan manual saja yang dilengkapi dengan berita acara yang sah.

Dalam konferensi persnya hari ini (9/4) di Jakarta, secara implisit Mahfud mengatakan partainya belum menerima hasil perhitungan suara yang dilakukan dengan sistem komputer. Bahkan dia menganggap penghitungan suara saat ini cuma sekedar hiburan.

PKB secara resmi akan menolak atau menerima hasil pemilu pada 26 April mendatang. Menurut Mahfud, PKB akan menerima hasil pemilu kalau kesalahan berupa kecurangan atau kekhilafan dalam perhitungan suara tidak lebih dari 2 persen. Selanjutnya PKB akan menolak hasil perhitungan suara kalu kesalahan mencapai dua persen.

Sikap lainnya, PKB akan menerima perhitungan suara dengan catatan berdasarkan kasus-kasus yang terjadi selama pemilu dan perhitungan suara.

PKB sendiri tidak memungkiri bahwa dalam pemilu kesalahan pasti terjadi selama proses pemilu. Tetapi bila kesalahan terlihat mencolok akan ditolak oleh PKB. Saat ini, kata Mahfud, PKB memiliki hasil perhitungan yang berbeda dengan yang dilakukan KPU.

Sampai saat ini melalui penghitungan secara manual PKB telah memperoleh suara 9.342.208, sedangkan dalam catatan KPU perolehan suara untuk PKB sekitar 7,1 juta. Perolehan suara pada Pemilu 2004 ini, menurut Mahfud, secara absolut tidak mengalami penurunan, hanya presentasenya saja berubah bila dibandingkan pada Pemilu 1999.

Melihat perbedaan hasil perhitungan secara manual dengan perhitungan secara komputer di KPU, PKB meminta KPU menghentikan penayangan perolehan suara nasional. Menurut Mahfud, perhitungan seharusnya dilakukan berdasarkan provinsi atau daerah sehingga perolehan kursi setiap partai bisa diketahui.

Dalam kesempatan ini PKB juga menegaskan partainya akan berkoalisi dengan partai-partai yang tidak permisif terhadap KKN, bersih, dan tegas. Untuk tujuan itu PKB telah memiliki pemimpin yang dianggap tepat, yaitu Gus Dur.

Sunariyah - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: