PKS Tidak Ngotot Minta Kursi Presiden
Jum'at, 09 April 2004 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan memaksakan meminta kursi calon presiden dalam berkoalisi dengan partai lain. Keputusan siapa partai yang akan diajak berkoalisi pun baru akan diputuskan akhir bulan ini setelah selesai perhitungan suara.
Meskipun demikian, hingga saat ini PKS masih terus melakukan mekanisme penjaringan calon presiden. Hal tersebut sesuai keputusan Majelis Syuro PKS yang mensyaratkan perolehan suara minimal 20 persen untuk mengajukan calon presiden dari PKS sendiri.
"Kita tidak harus ngotot menjadi nomor satu saat bekerja sama," kata Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKS Muhammad Razikun kepada wartawan di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2004, Jakarta, Jumat (9/4).
Melihat kemungkinan tidak akan mencapai perolehan suara hingga 20 persen, PKS siap berkoalisi dengan partai lain. Syaratnya, partai atau tokoh mitra koalisi harus mempunyai platform reformis, demokratis, dan Islami.
Koalisi ini, ujar Razikun, tidak harus hanya melibatkan dua partai, tapi dapat lebih dari itu. Kalau akhirnya koalisi ini pun gagal, PKS menyatakan kesiapannya menjadi oposisi pemerintah.
PKS kini telah mempunyai daftar partai yang memenuhi persyaratan tersebut, di antaranya Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Indonesia Baru, dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan yang digolongkan sebagai partai reformis dan memperjuangkan demokrasi. Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan dikategorikan sebagai partai calon mitra koalisi yang berplatform Islami.
Partai Golkar, kata Razikun, mempunyai kemungkinan masuk dalam daftar calon mitra koalisi. Syaratnya, konvensi nasional Partai Golkar untuk menjaring calon presiden tidak dimenangkan Akbar Tanjung. Menurutnya, di tubuh Golkar masih terdapat figur-figur reformis seperti Jusuf Kalla. "Yang maju dalam pemilihan presiden kan bukan partai tapi personal," katanya.
Razikun juga mengatakan hingga saat ini partainya tidak mempertimbangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon mitra koalisinya. Soal kemungkinan partai 'moncong putih' tersebut masuk daftar calon mitra koalisi PKS, dia mengatakan, "Dalam satu tahun ini kemungkinan tidak akan, entah nanti."
Sapto Pradityo - Tempo News Room





