Polisi Kembali Imbau Media yang Tayangkan Sadisme

Senin, 12 April 2004 | 21:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali mengeluarkan imbauan kepada media cetak maupun media massa untuk tidak menampilkan tayangan berbau sadisme, brutalisme, pornografi, maupun pornoaksi. Kepolisian sudah berulang kali memberikan imbauan ini, tapi kenyataannya tayangan-tayangan tersebut masih terus berlangsung.

"Kami hanya bisa mengimbau saja. Sedangkan kewenangan untuk menegur, memperingatkan ataupun melakukan tindakan lebih jauh adalah tugas Dewan Pers, Komisi Penyiaran, LSM maupun media watch," kata Jubir Polda Metro Jaya Kombes Pol. Prasetyo, di kantornya, Senin (12/4).

Menurutnya, tayangan-tayangan seperti itu tidak sesuai dengan fungsi pers untuk memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. "Tayangan-tayangan seperti itu tidak mendidik," kata dia.

Polisi sudah pernah melayangkan surat kepada pemimpin redaksi media agar meminimalisir tayangan-tayangan tersebut, namun sampai saat ini tidak diindahkan. "Alasan mereka adalah untuk menutup biaya operasional yang tinggi. Karena tayangan seperti itu ratingnya tinggi," kata dia. Namun, dia menghimbau media untuk tidak hanya memikirkan keuntungan semata.

Selain kepada media, lanjut dia, imbauan juga dilayangkan kepada para polisi agar tidak bersikap arogan. "Karena itu adalah paradigma lama. Sedangkan paradigma baru polisi adalah pengayom masyarakat yang tidak arogan, baik, ramah," kata dia. Prasetyo juga mengatakan, masyarakat diminta untuk memberikan laporan jika ada polisi yang terbukti masih arogan di lapangan. "Kalau ada yang nendang, pukul orang, potret saja dan laporkan. Tidak apa-apa, itu sebagai kontrol," ujarnya.

Putri Alfarini - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: