PPP Akan Berkoalisi dengan Partai Nasionalis
Rabu, 14 April 2004 | 21:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan berkoalisi dengan salah satu dari tiga partai nasionalis terbesar untuk maju dalam pemilihan presiden. Tiga partai tersebut adalah Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.
Sebagai partai Islam, untuk memperkuat posisi, PPP merasa perlu berkoalisi dengan partai nasionalis. Wakil Ketua DPR dari PPP, Tosari Wijaya, mengatakan koalisi dengan partai nasionalis terbesar akan menjamin
stabilitas pemerintahan yang terbentuk nanti.
"Sedang kami pelajari siapa calonnya, semua punya peluang sama," kata Tosari usai bertemu Ketua Umum PPP Hamzah Haz di Jakarta, Rabu (14/4). Keputusan soal siapa mitra koalisi PPP, baru akan diputuskan setelah diperoleh hasil akhir perhitungan suara pemilu.
Sekalipun lebih mengutamakan partai nasionalis sebagai pasangan koalisi, namun menurut Tosari, PPP tidak menutup kemungkinan bagi partai lain untuk masuk dalam koalisi yang terbentuk nanti. Hal ini untuk menjamin
keseimbangan suara di parlemen. "Jadi koalisi ini bisa terdiri dari dua, tiga atau bahkan empat partai," katanya.
Beberapa waktu lalu, Hamzah Haz mengatakan perolehan suara dalam pemilu anggota legislatif akan menjadi perhitungan utama apakah partainya akan mengajukan calon presiden atau maju sebagai calon wakil presiden. Dia
menyebut angka 20 persen sebagai batas minimal agar PPP cukup yakin mengajukan calon presidennya.
Berdasarkan perolehan suara sementara, Rabu (14/4) pukul 17.00, PPP menempati posisi keempat dengan 8,27 persen suara. PPP berada di bawah Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa. Di tingkat
provinsi, partai berlambang ka'bah ini pun hanya menjadi nomer satu di Nangroe Aceh Darussalam.
Sapto Pradityo - Tempo News Room





