Kalla Kemungkinan Mundur dari Konvensi Golkar
Jum'at, 16 April 2004 | 09:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kabar mundurnya Jusuf Kalla dari arena konvensi calon presiden Partai Golkar kemarin bertiup kencang. "Saya memang mendengar soal rencana pengunduran diri Pak Jusuf Kalla," kata Ketua DPP Partai Golkar Marzuki Darusman kemarin.
Namun, Marzuki tidak bisa memastikan kebenaran kabar itu, karena hingga kemarin panitia konvensi belum menerima surat pengunduran diri itu. "Kami belum melihat dan mendengar soal surat itu," kata Slamet Effendy Yusuf, Ketua Pelaksana Harian Panitia Konvensi.
Menurut sumber Tempo News Room, orang dekat Jusuf Kalla, memang ada niat Menko Kesra itu untuk mundur dari konvensi Golkar. Bahkan, rencananya, surat pengunduran diri Kalla akan dilayangkan ke panitia konvensi pada Minggu nanti.
Kendati tidak tegas membantah, Kalla sendiri sepertinya masih mengisyaratkan akan maju terus dalam konvensi. "Itu penafsiran Andalah," katanya di atas pesawat yang membawanya ke Makassar, Rabu lalu. Mengenai tawaran sebagai calon wakil presiden dari berbagai pihak di luar partai Golkar, Kalla mengaku secara resmi belum ada. "Saya tidak pernah bicara dengan PDI Perjuangan (soal pencalonan)," katanya lagi. Bagi Kalla, menjadi orang nomor dua di republik ini bukanlah masalah.
Menurut sumber yang sama, jika benar mundur, Kalla akan mengalihkan dukungan suaranya ke Akbar Tandjung. Artinya, peluang Akbar Tandjung memenangkan konvensi semakin besar. Apalagi, kemarin dalam rapat pleno pengurus harian DPP Partai Golkar diputuskan 18 suara mereka akan disalurkan ke Akbar. Menurut Mahadi Sinambela, Ketua DPP Golkar, pemberian suara ke Akbar itu adalah hal yang sepatutnya. Menurut dia, Ketua DPR itu dianggap mampu mendongkrak suara perolehan Partai Beringin itu menjadi partai yang memperoleh dukungan suara terbesar dari pemilih.
Tidak hanya itu. Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah baik di tingkat I maupun II yang baru dilantik di berbagai wilayah pemekaran juga kemungkinan akan memilih Akbar. Menurut sumber Koran Tempo, salah satu tim sukses calon presiden peserta konvensi, paling tidak ada 24 DPD yang dilantik Akbar sebelum konvensi Golkar digelar. Langkah pembentukan DPD I dan II yang baru itu, kata sumber yang sama, memunculkan kecurigaan sebagai taktik Akbar menambah suara dukungan buat dirinya.
Jika dari hitungan suara, paling tidak ada 30 suara tambahan dari pengurus yang baru itu. "Suara itu berasal dari dua DPD I (masing-masing tiga hak suara) dan 24 DPD II (masing-masing satu hak suara)," kata sumber yang minta namanya dirahasiakan itu. Saat konvensi digelar paling tidak secara keseluruhan ada 440 kabupaten/kota. Hingga kemarin, data yang masuk ke Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Golkar baru 421 DPD II yang berhak memberikan suara dalam konvensi.
Agung Laksono, salah satu Ketua DPP Golkar, membantah sinyalemen dan tudingan itu. Menurut dia, pelantikan beberapa DPD baik di tingkat I maupun II di daerah karena memang tuntutan perkembangan daerah berdasarkan UU Pemekaran Wilayah. "Jika daerah itu sudah siap, ya, tidak ada pilihan lain kecuali melantiknya untuk memperkuat partai," kata Agung. Pelantikan DPD baru itu juga ada yang sudah dilakukan tahun 2003. Menurut Agung, masih akan ada DPD II yang akan dilantik menjelang konvensi itu.
Namun, sumber Koran Tempo membantah pernyataan itu. Dia menyebut ada DPD yang belum siap dibentuk. "Sebagai contoh DPD Irian Jaya Barat tidak diikutkan dalam prakonvensi waktu itu," kata sumber itu tanpa memerinci ketidaksiapan DPD daerah di timur Indonesia itu.
Agung membenarkan bahwa DPD Irian Jaya Barat baru dilantik Januari 2004 lalu dan tidak mengikuti proses prakonvensi seperti DPD lainnya. Tapi, "Bukan atas pertimbangan kepentingan suara Pak Akbar, namun sangat tergantung kepada kesiapan daerah masing-masing," Agung melanjutkan.
Hingga kemarin, suara sementara konvensi calon presiden Partai Golkar berjumlah 545 suara. Perinciannya, 18 suara dari DPP Partai Golkar, 96 suara dari 32 DPD I, 421 dari DPD II, dan 10 suara dari organisasi massa di bawah naungan Golkar.
Fajar WH/Ecep Y/Wens M/Sunariyah - Tempo News Room





