Aburizal Kumpulkan DPD Golkar Se-Indonesia di Bali
Sabtu, 17 April 2004 | 14:27 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar: Calon presiden konvensi Golkar Abu Rizal Bakrie terus menggalang dukungan menjelang pelaksanaan konvensi. Sabtu (17/4), dia mengumpulkan Ketua-ketua DPD I dan DPD II seluruh Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua. Sedikitnya 203 DPD I dan II telah menyatakan hadir dalam acara itu dan mengirimkan utusannya. Namun, menurut Ical --sapaan akrab Aburizal, kehadiran mereka belum merupakan jaminan bahwa dukungan DPD akan mengalir kepadanya.
"Soal suara itu tetap hak mereka, saya juga tidak mempersoalkan hal itu. Dimanapun mereka diundang mereka bisa hadir dan berhak datang," katanya. Ia memilih tempat di Bali karena selain memenuhi undangan, peserta acara yang diberi label "Forum Silaturahmi Abu Rizal Bakrie" itu bisa beristirahat di akhir pekan.
Dengan usahanya selama ini, dia yakin akan memenangkan konvensi Golkar. Dia mengklaim memiliki basis dukungan yang merata di seluruh DPD di Indonesia. "Bukan cuma Sumatra atau Jawa saja," tegasnya. Dia pun membantah pendukungnya hanya berasal dari kalangan pebisnis yang ada di Golkar karena dia Ketua Kadin Indonesia
Mengenai adanya pemihakan DPP Golkar yang menyerahkan 18 suara ke Akbar Tandjung, Ical tak mau terlalu mempersoalkannya. Sebab, dibandingkan jumlah suara keseluruhan yang sebanyak 550 suara, 18 suara masih sangat kecil. Bagi dia, sangat wajar DPP memberikan suaranya ke Akbar sebagai penghargaan atas kerjas kerasnya memimpin Golkar.
Ical pun menilai, Akbar tidak perlu mundur dari posisi Ketua Golkar maupun sebagai peserta konvensi. "Tidak usah, buat apa, beliau habis masa jabatan di bulan Desember, tapi kalaupun beliau mau curang, bagaimana caranya, aturan konvensi khan sudah jelas. Dan dia harus mentaati itu," tegasnya.
Untuk konvensi sendiri, dia mengaku telah mengeluarkan biaya yang sangat banyak. "Enggak tahu jumlahnya, pokoknya banyak sekali untuk travelling, makan, akomodasi, dan lain-lain," kata dia. Namun Ical menjamin tidak akan mempraktekkan politik uang. "Saya di Kadin, mensponsori gerakan bersih, transparan dan profesional, dan gerakan anti suap. Kalau saya praktekkan politik uang disini, itu bertentangan dengan komitmen saya," tegasnya.
Rofiqi Hasan - Tempo News Room





