Malaysia Tidak Setuju AS Ikut Amankan Selat Malaka
Sabtu, 17 April 2004 | 20:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Malaysia menolak tegas rencana Pemerintah Amerika Serikat turut mengamankan perairan Selat Melaka dari gangguan bajak laut dengan cara menempatkan personil militernya di selat tersebut. Konsul Malaysia untuk wilayah Riau yang berkedudukan di Pekanbaru, Abdul Samad Othman mengatakan, pemerintahnya tidak setuju dengan rencana penempatan militer Amerika di Selat Malaka.
Selain Indonesia dan Malaysia mampu mengamankan wilayah itu, kata dia, Pemerintah AS itu juga tidak pernah membicarakan secara resmi kepada pemerintah yang memiliki kawasan perairan Selat Malaka itu untuk menempatkan personil milternya. "Selama ini Amerika tidak pernah menyampaikan rencana tersebut secara resmi dan seandainya adapun permintaan secara resmi Malaysia tidak menyetujui," katanya kepada pers sesuai menghadiri undangan pengukuhan Gubernur HM Rusli Zainal sebagai Datuk Setia Amanah, di Pekanbaru, Sabtu (17/4).
Namun, tutur dia, hingga kini Malaysia tidak pernah mengeluarkan pernyataan keberatan itu secara resmi kepada AS. Sebab, Pemerintah AS tersebut juga tidak pernah meminta secara resmi soal pengamanan di Selat Malaka kepada Malaysia. "Tidak ada penyataan keberatan Malaysia secara resmi kepada pemerintah AS atas rencana penempatan militernya di Selat Malaka.Karena AS juga tidak membuat surat remsi kepada Malaysia," katanya.
Namun, tutur dia, seandainya AS tetap melakukan hal tersebut, maka jelas Malaysia akan mengajak Indonesia untuk menyatakan keberatan.
Othman menegaskan, pengamanan yang dilakukan kepolisian Malaysia dan Indonesia selama ini juga terbukti berhasil mengendalikan arus lalu-lintas kapal dan termasuk soal keamanan di Selat Melaka tersebut. "Selama ini pengamanannya sudah cukup, jadi sejauh ini belum diperlukan keterlibatan pihak lain seperti AS," tegasnya.
Evalisa Siregar - Tempo News Room





