KPU Harus Terbuka Saat Penutupan Tabulasi

Minggu, 18 April 2004 | 18:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus terbuka dan mengakui semua kekurangannya saat penutupan Pusat Tabulasi Nasional yang dijadwalkan besok (19/4). "Saya kira kalau itu dilakukan akan meningkatkan kepercayaan KPU," kata Deputi Ketua Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar Nafis Gumay di Pusat Tabulasi Nasional, Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (18/4).

Menurutnya sebagian besar masyarakat sudah mempercayai kinerja KPU dalam menyelenggarakan pemilihan umum ini. Namun, tambah dia, partai politik yang kecewa bisa memanfaatkan peluang atas kelemahan dalam penghitungan dengan data elektronik ini. "Lebih baik KPU terbuka untuk kepentingan diri mereka sendiri," ujarnya.

Hadar menyebutkan beberapa kelemahan selama proses penghitungan elektronik ini, misalnya keterlambatan penghitungan atau akurasi Tempat Penghitungan Suara dalam memasukkan data. Tabulasi nasional saat ini masih belum memasukkan data dari beberapa wilayah di luar Jawa. Keterlambatan ini terkait infrastruktur yang tidak mendukung penerapan teknologi di wilayahnya.

"Bagian dari kegagalan KPU untuk mempersiapkan sumber daya manusia serta infrastruktur lainnya," kata dia. Menurutnya penghitungan elektronik ini bukan hanya keberadaan komputer. Penerapan penghitungan elektronik ini, lanjutnya, bukan hal yang mudah sehingga tidak semua wilayah siap.

Saat ini wilayah yang belum dimasukkan penghitungan suaranya sebagian besar berasal dari luar Jawa. Beberapa Kabupaten/Kota masih belum terdata di pusat tabulasi, misalnya Provinsi Papua yang baru terdata lima Kabupaten/Kota dari 20 Kabupaten/Kota. Bahkan di Provinsi Maluku hanya Kota Ambon yang sementara terdata dari delapan Kabupaten/Kota.

Hadar mengatakan penghitungan elektronik ini harus tetap diselesaikan 100 persen. Menurutnya, KPU harus tetap melaksanakan penghitungan ini meski pusat tabulasi resmi ditutup. "Tabulasi di sini kan seperti halnya pameran saja," kata dia.

Setelah pameran itu selesai, lanjutnya, proses penghitungan untuk pemilu legislatif ini tetap berlanjut dengan batas waktu yang ditentukan. Penghitungan berbasis IT juga harus tetap berlanjut pada pengumuman dan penetapan penghitungan secara manual pada 26 sampai 28 Mei. "Idealnya sebulan setelah penetapan ini," kata dia.

Hadar mengharapkan semua data elektronik ini sudah tersusun rapi sebelum pemilihan presiden. Data yang bisa diakses masyarakat ini sudah dicocokkan dengan penghitungan secara manual. "Jadi bukan kegagalan yang percuma," kata dia. Data elektronik, lanjutnya, sangat diperlukan beberapa kalangan seperti akademisi untuk keperluan studi.

Sementara Koordinator Divisi Hukum KPU, Hamid Awaluddin, mengatakan pusat tabulasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat. Nantinya, penghitungan tetap menggunakan cara manual. "Ini hanya teknologi yang mempercepat sebagai data tabulasi," kata dia. Menurutnya penghitungan ini juga tetap akan berlanjut setelah penutupan pusat tabulasi. Namun ia tidak menyebut batas dan target waktu penyelesaian penghitungan
berbasis IT ini.

Yandi MR - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: