Pengacara Ba'asyir Minta Bantuan MUI
Selasa, 20 April 2004 | 16:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim Pengacara Muslim (TPM) meminta bantuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyelesaikan masalah yang kini dialami Abu Bakar Ba'asyir. "Ini masalah ulama. Tidak bisa dipungkiri track record Ba'asyir dari awal sampai akhir tetap ulama," kata anggota TPM, Mahendradatta dalam kunjungannya ke MUI, Jakarta, Selasa (20/4).
Salah satu permintaan kepada MUI adalah sikap terhadap kebohongan yang dilakukan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) ketika dipanggil MUI. Menurut Mabes Polri, Abu Bakar Ba'asyir dilarang salat Jumat lantaran beliau minta ke Istiqlal. Padahal, kata Mahendradatta, tidak pernah Abu Bakar Ba'asyir berpikir dan meminta hal itu. Ba'asyir hanya minta salat Jumat di masjid lingkungan Mabes Polri saja. Tentu saja, eksesnya terjadi pro dan kontra menyikapi masalah itu.
Langkah apa yang akan diambil MUI, menurut Mahendradatta, merupakan otoritas MUI. "MUI memang sudah berjanji. Kita akan jalan sendiri-sendiri sesuai dengan wewenang masing-masing, tapi pada titik yang sama. Saya yakin, MUI akan bergerak untuk membantu Abu Bakar Ba'asyir," katanya. Caranya seperti apa, Mahendradatta enggan menyebutkannya.
Maria Ulfah - Tempo News Room





