Koperjati Tolak Pemindahan Transit TKI ke Ciracas
Jum'at, 23 April 2004 | 11:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Koperasi Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Koperjati) menyatakan penolakan atas rencana pemindahaan tempat transit TKI dari terminal III Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan Koperjati Emanuel Djuang saat dihubungi Tempo News Room lewat telepon, Jumat (23/4).
"Atas dasar apa pemindahaan itu. Dulu pemberlakuan terminal III berdasar Keppres masa sekarang dipindahkan hanya berdasar Kepmen," kata Emanuel. Menurutnya, saat ini kondisi terminal III sudah baik. Begitu juga dengan pelayanan angkutan pemulangan TKI dari terminal III sampai rumah masing-masing. "Semuanya aman. Mereka selamat samapi kampungnya," tandasnya.
Pernyataan ini menanggapi rencana Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea yang akan memindahkan tempat transit TKI. Seandainya pemindahan ini sudah terlaksana, Nuwa Wea tidak akan mempekerjakan perusahaan-perusahan untuk menangani pemulangan ataupun pengangkutan TKI dari bandara ke Ciracas ataupun dari Ciracas ke rumah TKI bersangkutan. "Kita tidak akan mempekerjakan PT-PT lagi. Sudah 23 tahun lebih mereka tidak ada yang beres," kata Nuwa Wea beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal ini, Emanuel sangat menyayangkan penilaian tersebut. "Atas dasar apa dia mengatakan hal itu. Orang dia kerjanya hanya di belakang kursi," katanya. Namun dia mengakui kalau diantara perusahaan angkutan TKI ada yang nakal. "Tapi kan tidak semuanya. Masih banyak yang kerjanya benar. Kalau mau tindak, ya mereka saja yang tidak benar," tandas Emanuel.
Karena realisasi pemindahaan ini belum terlaksana, kata Emanuel, pihaknya tidak akan melakukan aksi masa untuk menolaknya. "Tapi pasti kita usahakan untuk menolaknya," katanya. Selain itu, lanjut dia, seandainya benar tidak diikutsertakannya perusahaan dalam pengelolaan jasa angkutan tadi, maka akan menambah pengangguran. "Sekarang ada 9 perusahaan yang mengurusi angkutan. Kalau itu ditutup, penganggguran akan bertambah. Hitung saja misalnya satu perusahaan mempekerjakan 500 orang, maka akan menambah pengagguran sebanyak 4500 orang," katanya.
Muchamad Nafi - Tempo News Room





