Soeharto Mengalami Pendarahan Saluran Usus Besar

Selasa, 27 April 2004 | 13:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden Soeharto menderita saluran pencernaan bagian bawah atau usus besar. Tim dokter Soeharto mengungkapkan penyakit yang diderita bekas penguasa orde baru itu di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Selasa (27/4).

Menurut Dokter Azis Rani, dokter spesialis saluran pencernaan, ketika datang di rumah sakit itu pada Senin (26/4) pukul 17.00 WIB, Soeharto mengeluhkan adanya pendarahan pada saluran pencernaan bagian bawah atau usus besar.

Kondisinya lemah karena hemoglobinnya menurun menjadi 6,3 persen dari yang seharusnya 10 persen. Tadi pagi, kata Dr. Azis, Soeharto sudah melakukan pengecekan radiologi. Dari hasil pemeriksaan sementara, tim dokter berkesimpulan, "tidak perlu ada tindakan operasi, hanya terapi obat-obatan saja," kata Dr. Azis.

Alasannya pendarahan yang diderita Soeharto kali ini tidak separah yang terjadi pada 2002. Tapi karena umur Soeharto sudah terlalu tua, diperparah komplikasi jantung yang dideritanya, maka pengobatan pada Soeharto tidak bisa cepat dilakukan. Tindakan dokter adalah melakukan pengobatan secara bertahap dan hati-hati.

Menurut dia, yang terutama dilakukan dokter adalah menstabilkan kondisi Soeharto dengan meningkatkan hemoglobinnya melalui transfusi darah sedikit demi sedikit. "Karena tindakan transfusi akan berpengaruh pada jantung yang sudah menggunakan alat pacu jantung sejak 2002," kata Dr. Azis.

Penyakit yang diderita Soeharto ini menurut Dr. Azis tergolong wajar untuk seumur Soeharto. Dalam bahasa asing penyakit ini disebut /divertikulosis. Menurut dokter spesialis saluran pencernaan lainnya, Hermansyur, penyakit pendarahan ini biasanya diderita 40 persen orang yang berumur diatas 50 tahun. Gejalanya mengalami pendarahan dan sulit buang air besar. "Paling parah bisa menyebabkan kanker usus colon, tapi ini bukan kanker," kata Dr.Hermansyur.

Ketika melakukan konferensi pers, dua putri Soeharto Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut dan Siti Herdiyanti alias Mbak Titiek turut mendampingi delapan dokter memberikan keterangan pers. Tapi mereka berdua tidak mau memberikan keterangan apapun kecuali permohonan Titiek agar masyarakat memberikan doa supaya Soeharto lekas sembuh.

Tim dokter yang hadir adalah tiga orang dokter spesialis saluran pencernaan Dr.Hermansyur, Dr,Aziz Rani, dan Dr.Waldemar Simanjuntak. Dua dokter ahli penyakit dalam, ginjal dan saluran kencing yaitu Dr.Djoko Rahardjo dan Dr.Winarni, dokter ahli jantung Yuniarti, anggota tim dokter kepresidenan Dr.Kunindro Jati dan koordinator tim dokter yang juga Direktur RSPP Dr.Sutji Marjono.

Istiqomatul Hayati – Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: