Sekitar 60 Orang Luka-Luka Dirawat di RS di Ambon

Rabu, 28 April 2004 | 08:57 WIB

TEMPO Interaktif, Ambon: Korban akibat kerusuhan di Ambon terus bertambah. Hingga (28/4) pagi ini, korban meninggal sekitar 30 orang dan yang luka-luka 60 orang. Korban di rawat di berbagai rumah sakit di Ambon. Di RS Al Fatah, Jl. Baabullah Ambon, tercatat 27 orang meninggal, dua diantaranya anggota Brimob Polri Kelapa Dua.

Sedangkan korban luka ada 8 orang. 1. Nyong Evan Masela, 22 tahun, mengalami luka tembak pada wajah di Waringin, Batugantung, yang lokasinya sekitar 300-400 meter darikantor Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Kawasan Prigi Lima, Kota Ambon.

2. Rahman, 22 tahun, tertembak di Waringin. Dia terkena lemparan bom sehingga luka di lengan kiri. 3. Samijo, 43 tahun, luka tembak di Waringin di bagian pinggang. 4. Moctar Kumkelo, 43 tahun, di Batumerah. Luka pada pergelangan tangan kiri akibat tembakan. 5. La Endi, 21 tahun, di Waringin, terkena sepihan bom karbit pada paha kanan.

6. Bambang Tomagola, 28 tahun, terkena tembakan pada bagian perut di Waringin. 7. Rifai, dan Yono Hawa, juga tertembak di daerah Waringin. Keduanya mengalami luka di bagian kepala.

Di Rumah Sakit Dr. Haulusy, Kuda Mati, tercatat ada 13 korban luka-luka, dua meninggal. Di Rumah Sakit Gereja Protestan Maluku, tercatat 12 luka-luka. Di Rumah Sakit Bhakti Rahayu ada 22 yang luka, dam tercatat tiga orang yang meninggal.

Warga Ambon menyesalkan insiden yang terjadi Minggu (25/4), akibat adanya ulah sebagian orang yang memperingati HUT RMS. Peringatan inilah yang akhirnya berbuntut kerusuhan ini. Rahman, 29 tahun, menyesalkan sikap aparat keamanan yang terkesan tidak tegas menangani kasus tersebut. "Ini akibat ketidaktegasan pihak yang berwenang menangani masalah RMS di kota Ambon."

Pendpaat senada disampaikan Maryam, warga yang tinggal di kawasan Prigi Lima. "Kita ini sudah pingin aman. Sudah capek. Tapi karena pemerintah tidak tegas terhadap RMS, membuat masalah ini jadi tambah panjang," kata warga yang baru pulang belanja ini.

Yusnita Tiakoly - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: