Hari Ini Menko Polkam Dijadwalkan Kunjungi Ambon

Rabu, 28 April 2004 | 09:08 WIB

TEMPO Interaktif, Ambon: Situasi Ambon hingga Rabu (28/4) pagi belum pulih. Di beberapa tempat masih terdengar bunyi tembakan dan ledakan bom. Rencananya, seperti disampaikan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Menteri Koordinator bidang Polkam ad interim Hari Sabarno akan datang ke Maluku untuk meninjau situasi.

Di beberapa tempat, suasana tampak lengang. Daerah Sangaji dan perbatasan, misalnya. Daerah Mardika, di sekitar Hotel Aman, yang dulu biasanya ramai oleh pedagang, sejak 25 April siang tampak sepi. Terlihat hanya aparat dari TNI saja yang berjaga di kawasan Mardika, yang dikenal sebagai Kawasan Baku Bae ini. Warga kedua komunitas hanya bisa melakukan aktivitas di kawasannya masing-masing.

Pasar di Belakang Kota, juga masih tampak sepi. Pusat keramaian yang terpusat di Ruko Batumerah, di Kota Ambon, juga begitu. Pasar Arumbai, tidak seramai sebelum insiden itu. Ada beberapa toko saja yang masih buka. Ada juga yang membuka dengan pintu setengah tertutup. Ambon Plaza, salah satu pusat perbelanjaan di daeah ini, masih tutup.

Saat ini sudah ada sekitar 450 personel Brimob Resimen Kelapa Dua yang didatangkan dari Jakarta. Pasukan ini ditempatkan di daerah perbatasan untuk mengisolir pergerakan massa. Seperti disampaikan Kapolda Maluku Brigjen Pol. Bambang Sutrisno, ini untuk mengendalikan situasi keamanan.

Selain itu, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu telah mengumpulkan tokoh agama dan masyarakat. Di antaranya dari MUI Maluku, GPM Sinode, dan Keuskupan Amboina. Pertemuan tersebut berlangsung di Mapolda Maluku, di Kawasan Batu Gahah, yang untuk sementara menjadi kantor bagi Gubernur. Pada pertemuan kemarin tersebut, Gubernur minta agar tokoh agama dapat menenangkan umatnya. Persoalan mendesak yang dilakukan pihaknya saat ini adalah mengatasi soal emeregency, seperti suplai obat-obatan kepada korban dan mengantisipasi pengungsi akibat konflik ini.

Kemarin, 27 tenaga dokter dan paramedias dan tim kesehatan gabungan telah tiba di Ambon. Mereka akan mengisi kekurangan tenaga medis di setiap rumah sakit. Selain itu, ada sekitar 67 koli obat-obatan yang dibagi ke rumah sakit di Kota AMbon. Obat-obatan itu terdiri dari 50 koli cairan Glukosa, 16 koli antibiotik, 1 koli darah.

Direktur RS Al Fatah, dr. Rifai, mengatakan, pihaknya memang mengalami kesulitan menangani korban konflik. Kini pihaknya sudah mendapat bantuan obat-obatan dari Jakarta. Namun, kata dia, jika eskalasi konflik terus meningkat, maka persediaan obat-obatan akan cepat habis. Sebab, korban yang ditanganinya rata-rata mengalami luka tembak dan bom. Dari tenaga medis gabungan yang baru datang, RS Al Fatah mendapat tambahan 7 dokter. Pada hari biasa, rumah sakit ini hanya memiliki 4 dokter umum, dan 3 dokter spesialis.

Yusnita Amon - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim