FKPI: Ada Skenario Dalam Kasus Ambon
Rabu, 28 April 2004 | 16:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) melihat ada indikasi kesengajaan atau skenario dalam kerusuhan di Ambon. "Sipil tidak mempunyai strategi dan kemampuan untuk sampai baku tembak dan saling membunuh seperti itu," kata juru bicara FKPI sekaligus Ketua Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, Ahmad Rofiq, dalam konferensi persnya, Rabu (28/4), di Jakarta.
Pernyataan sikap FKPI ini ditandatangani oleh delapan gerakan mahasiswa dari berbagai agama, seperti PMII, GMKI, KMHDI, PMKRI, HIKMAHBUDHI, GMNI, KAMMI dan IMM.
Indikasi adanya skenario tersebut, menurut Rofiq, didapatkan dari laporan-laporan rekan-rekan di daerah, serta analisa dari kerusuhan yang terjadi di Ambon. Mereka mengharapkan bahwa militer tidak seharusnya berada di tempat tersebut untuk menyelesaikan konflik yang ada. Mereka juga menyayangkan pengiriman aparat militer dalam konflik yang terjadi di Ambon.
FKPI menilai pemerintah harus bisa mengantisipasi kenapa kerusuhan-kerusuhan ini bisa terjadi, apalagi sekarang menjelang pemilihan presiden di mana suhu politik mulai memanas. FKPI meminta agar para elite politik tidak mempolitisasi kerusuhan Ambon untuk kepentingan politik sesaat.
Menurut Rofiq, kecenderungan ke arah tersebut jelas ada. Bila hal tersebut benar, tambahnya, bisa membahayakan keutuhan bangsa.
Ia menilai pertentangan antaragama sebenarnya tidak ada. "Saya tidak yakin konflik ini muncul dari tokoh-tokoh yang mengedepankan agama. Ada pihak ketiga yang sengaja memancing kerusuhan," kata Rofiq.
FKPI juga menuntut pertanggungjawaban pemerintah dan aparat kepolisian untuk lebih tegas dan proaktif dalam menangani kerusuhan. Selain menghilangkan penyesatan opini yang ada bahwa kerusuhan dipicu oleh perselisihan agama di mana masyarakat Islam yang pro-NKRI dan Kristen yang pro-FKM/RMS.
Mereka juga mengimbau kepada masyarakat Ambon untuk lebih proaktif melakukan usaha-usaha dialog ke arah perdamaian. Meminta kepada masyarakat Ambon untuk menahan diri dan tidak terjebak isu-isu provokatif yang semakin memperparah kerusuhan. Kepada pemimpin atau tokoh agama di Ambon diminta untuk mendorong umatnya agar tidak terseret kepada isu perselisihan agama.
Menanggapi soal pengiriman pasukan yang akan dilakukan Jafar Umar Thalib ke Ambon, FKPI menganggap hal itu bukan solusi, tapi malah akan memperbesar konflik yang ada. Revolusi yang diinginkan tidak akan terjadi bila dua agama yang terlibat hanya mengakui kebenarannya sendiri-sendiri. Mereka berharap masyarakat lokal sendiri yang akan menyelesaikannya.
Maria Ulfah - Tempo News Room





