Gus Dur dan Hamzah Haz Bahas Kemungkinan Koalisi

Minggu, 02 Mei 2004 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gusdur) dalam pertemuannya dengan Ketua Umum PPP Hamzah Haz membahas kemungkinan terjadinya koalisi baru antara dua partai dan dengan beberapa partai kecil lainnya. Keduanya bertemu di Jakarta, Minggu (2/5).

Gus Dur, yang didampingi putrinya, Yeni, mengatakan, kerjasama akan bisa diwujudkan setelah Ketua Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusannya mengenai kesehatannya. Gus Dur juga menambahkan, selama menunggu putusan MA sekitar 5 sampai 6 hari mendatang, PKB akan tetap melakukan komunikasi politik dengan Hamzah. "Dengan menyesal saya minta Pak Hamzah menunggu itu (putusan MA), tetapi sementara itu, silakan berkomunikasi dengan Alwi Sihab atau Mahfud," ujar Gus Dur.

Untuk mendukung Hamzah sebagai calon presiden, Gus Dur mengatakan, pembicaraan belum diarahkan sampai ke arah itu. Namun sebagai warga NU, Gus Dur akan mendukung pencalonannya. "(Hamzah)Sebagai warga NU saya dukung hak beliau untuk maju," kata Gus Dur sambil menambahkan, "Maju atau tidak urusan beliau, kewajiban kita sekedar mendukung."

Gus Dur juga menegaskan dirinya tidak keberatan Hamzah mengajak warga NU untuk mendukungnya. "Siapa yang keberatan? Masa Megawati aja ajak Hasyim saya tidak keberatan," kata Gus Dur sambil mengingatkan bahwa Hamzah merupakan bagian dari warga NU.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam di rumah dinas Direktur Bank Mandiri itu, Hamzah juga mengungkapkan masih menunggu keputusan MA untuk memutuskan berkoalisi atau tidak dengan Gus Dur. PPP sendiri, kata Hamzah, memberikan kesempatan kepada MA untuk mereview keputusan yang telah dibuat tentang kesehatan Gus Dur. Dirinya berharap Ketua MA dapat membuat keputusan yang rasional dan memberi keadilan kepada Gus Dur. "Apa yang terganjal di hati Gus Dur, kita rasakan itu," ujar Hamzah.

Permintaan agar Ketua MA membuat keputusan rasional, kata hamzah, untuk menghindari reaksi, terutama dari kalangan ulama di Jawa Timur dan masyarakat pendukung Gus Dur. "MA bisa mempertimbangkan kembali reaksi masyarakat terhadap keputusan KPU," tambahnya.

Hamzah juga menjelaskan bahwa dirinya telah mengirim surat kepada Presiden Megawati agar tidak memilihnya kembali sebagai calon wakil presiden. Dalam surat tersebut, Hamzah mengungkapkan, jika Megawati memilihnya dan ternyata pasangan mereka kalah, dirinya khawatir Megawati akan dicerca warga PDIP. "Dengan surat yang saya kirim ke Ibu Mega, calon wapres untuk Ibu Mega tinggal satu, yaitu Hasyim Muzadi," katanya.

Sunariah - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim