Belasan LSM Tuntut Pendidikan Murah

Selasa, 04 Mei 2004 | 12:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Belasan lembaga swadaya masyarakat (LSM) hari ini (4/5) menuntut penyelenggaraan pendidikan murah bagi rakyat. LSM yang bergabung dalam perkumpulan masyarakat pluralis (KUMPUL) menyampaikan tuntutannya dalam aksi unjuk rasa. Mereka mulai melakukan aksi dari Komnas HAM dan diteruskan ke Bundaran HI.

Unsur KUMPUL antara lain GERAK, Gema Perempuan, Kapal Perempuan, Rindang Banua, serta Institut Perempuan. Mereka menilai pendidikan yang diselenggarakan pemerintah saat ini sangat tidak berpihak pada rakyat. Salah satu contoh, adanya penggusuran terhadap SMP 56 Melawai. "Kasus 56 bukan hanya yang pertama. Tapi sejak dahulu sudah terjadi penggusuran sekolah-sekolah," kata salah seorang aktivis dari Gema Perempuan.

Dia juga menyoroti tentang kebijakan pemerintah yang tidak bisa memberikan pendidikan yang layak juga murah. "Apakah Pemerintah Megawati sudah memberikan pendidikan yang murah? Kita bisa lihat sama sekali tidak," katanya.

Dalam selebaran yang dibagikan, ada empat poin detail tuntutan. Pertama, menuntut pemerintah memprioritaskan pendidikan bagi rakyat sebagai hak asasi manusia. Kedua, menentang kebijakan yang dilakukan secara sepihak dan tidak pro-rakyat miskin. Ketiga, dihentikannya penggusuran gedung-gedung sekolah di seluruh Indonesia, khususnya untuk dijadikan area komersial. Dan yang keempat, menentang penggunaan kekerasan dalam proses penyelesaian masalah yang berkaitan dengan pendidikan.

Muhammad Nafi - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim