Duet Gus Dur-Sophan Didaftarkan Senin
Sabtu, 08 Mei 2004 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dipastikan akan tetap mendaftarkan diri sebagai calon presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Senin (10/5). Sementara pasangan calon wakil presiden yang akan mendampingi Gus Dur adalah Sophan Sopiaan.
"Pasangan itu kemungkinan akan mendaftar Senin besok mengingat Tim Sembilan besok (Minggu) pagi akan sowan dulu ke Langitan," kata anggota Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Adhi M. Massardi kepada Tempo News Room di Kantor PB NU Jakarta, Sabtu (8/5).
Pasangan yang disandingkan dengan Gus Dur, kata Adhi, adalah Sophan, bukan Ryaas Rasyid, seperti yang diucapkan sebelumnya. "Hal ini sudah diputuskan di rapat Tim Sembilan, hanya belum diumumkan," katanya.
Sophan dianggap figur yang cocok untuk mendampingi Gus Dur dari tiga nama yang pernah diumumkan Tim Sembilan. "Dia tepat seperti kriteria yang disebutkan Gus Dur, dari luar Jawa dan integritasnya teruji," jelas Adhi.
Sementara itu, Gus Dur yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, lantai satu PBNU, menyatakan akan tetap mencalonkan diri sebagai calon presiden. "Tapi keputusan akhir tergantung KPU Senin lusa, apakah tetap akan menolak saya atau tidak," katanya. Sebelum keputusan itu keluar, pihaknya menyatakan untuk sementara waktu tidak akan memberikan reaksi apa-apa. "Keputusan akhir tetap ada di tangan KPU," tambahnya.
Mengenai peran Mahkamah Agung sendiri, menurut Gus Dur, bukan sebagai penentu keputusan dirinya tetap bisa maju atau tidak sebagai calon presiden. "MA kan cuma menilai SK KPU, keputusan tetap ada di tangan KPU. Orang memberi nasihat kan boleh dipakai atau tidak," katanya.
Anda kecewa dengan MA? "Nggak, Saya tidak kecewa dengan keputusan MA, kalau mau kecewa harusnya dari awal pada Taufiq Kiemas dan Akbar Tandjung, lainnya kan cuma alat," ujar cucu pendiri NU ini.
Gus Dur mengakui jika ia bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden maka pasangan yang akan mendampinginya adalah Sophan. "Itu keputusan rapat (Tim Sembilan), bukan keputusan saya. Kita lihat nanti, KPU memutuskan boleh atau tidak saya maju sebagai calon presiden," katanya.
Menurut Gus Dur, jika KPU memutuskan tidak memperbolehkan dirinya maju, maka dia akan tetap berjuang di luar sistem pemerintahan. "Presiden bukan segala-galanya, tapi saya tidak ada niat menjadi oposisi. Oposisi itu kan berniat mengacau, tapi kalau pemerintahan ada yang nggak cocok, ya saya sampaikan secara terbuka," paparnya.
"Kalau semuanya nggak jalan, ya saya bikin partai sendiri. Wong itu alat perjuangan demokrasi kok," tambahnya.
Sementara itu mengenai Tim Sembilan, Gus Dur mengakui besok pagi tim itu akan terbang menuju Pondok Pesantren Langitan, Tuban. Sementara malam ini, yang rencananya tim ini bertemu dengan Gus Dur dibatalkan. "Orang sekarang sudah malam kok," katanya.
Danto - Tempo News Room





