Mer-C Minta Pertanggungjawaban Pemerintah

Selasa, 11 Mei 2004 | 16:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mer-C meminta pertanggungjawaban pemerintah atas korban penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap para pendukung Abu Bakar Ba'asyir. "Kita menuntut pertanggungjawaban Presiden, Kapolri, Kapolda dan Kapolres Jakarta Pusat atas tindakan kekerasan yang dilakukan di luar prosedur," kata Joserizal Jurnalis, relawan dari Mer-C dalam jumpa persnya di kantor Mer-C Selasa (11/5).

Paling tidak, kata Joserizal, bentuk pertanggungjawabannya oleh Kapolri adalah dengan mengundurkan diri dari jabatannya. Selain itu, dia juga minta Polri menata diri apakah mereka itu sebagai militer atau semimiliter. "Secara moral idealnya mereka mundur. Masalah urusan hukum akan tetap jalan dan itu bukan urusan kami," tambahnya.

Setidaknya sekitar 100 orang terluka akibat insiden bentrokan di depan penjara Salemba, 30 April lalu. Korban dirawat di berbagai rumah sakit terpisah: 1 di RS Thamrin, 40 orang di Mer-C, 28 di RSCM dan 40 orang terluka dan dibawa ke Polres Jakarta Pusat. "Semua telah kembali dan tidak ada yang dinyatakan hilang, termasuk yang ditangkap telah bebas semuanya," tambah Joserizal.

Kini korban yang tersisa di RSCM hanya tinggal 2 orang, yaitu Fairus, 16 tahun, dan Budi, 17 tahun. Keduanya mengalami cedera kepala serius dan belum bisa keluar dari RSCM.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim