Muzadi Yakin Pencalonannya Sesuai Khitah NU
Selasa, 11 Mei 2004 | 19:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta
"Khitah itu masak melarang orang berpolitik? Khitah itu tidak boleh merangkap partai politik," kata Hasyim, usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, selasa (11/5).
Pencalonan Hasyim ini memang mengundang kontroversi di kalangan kiai NU. Akibat pencalonan tersebut, kiai NU meminta Hasyim mundur dari jabatannya sebagai ketua PBNU.
Menanggapi desakan itu, Hasyim berkata enteng. "Tentu bentuknya tak akan memaksakan," ujarnya. Dia juga menegaskan bahwa semua keputusan nantinya dikembalikan kepada umat atau kaum nahdliyin.
Hasyim menegaskan, bila semua keputusan dikembalikan kepada umat, itu akan menjaga keutuhan NU. Menurutnya, NU akan utuh bila semua proses dilakukan secara demokratis.
Disinggung soal Solahudin Wahid, salah satu ketua PBNU yang berjanji mundur setelah pencalonannya sebagai wakil presiden dari kubu Partai Golkar, Hasyim mengatakan hal itu tak serupa. Peraturan soal mundur tidak diatur dalam PBNU.
Lagipula, "Saya sama Solah berbeda. Saya ini dipilih oleh muktamar sebagai ketua umum. sementara Solah saya angkat sebagai salah satu ketua, jadi statusnya beda," ujarnya.
Ditanya apakah dirinya tidak khawatir dukungan umat pecah? "Dilihat sajalah," katanya singkat.
Sebagaimana telah dinyatakan sebelum-sebelumnya, Hasyim berjanji akan non aktif begitu kampanye untuk pemilihan umum presiden dan wakil presiden dimulai. Pasalnya, dia merasa sedang membawa visi yang lebih luas dari NU. Setelah masa kampanye, dia akan kembali lagi ke PBNU.
Deddy Sinaga- Tempo News Room





