Presiden Minta Depag Perhatikan Fanatisme Beragama

Senin, 17 Mei 2004 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Soekarnoputri meminta Departemen Agama memberi perhatian pada merebaknya sikap fanatis dalam beragama. Sikap ini, lanjut Presiden, disertai prilaku yang progresif dan militan yang diperlihatkan dengan meminggirkan --kalau perlu memusnahkan-- paham yang berbeda.

"Mereka menganggap tugas itu merupakan tugas suci yang mutlak harus dipenuhi," kata presiden saat membuka rapat kerja Departemen Agama di Istana Negara, Senin (17/5). Presiden menilai, penyiaran agama telah melahirkan instan yang cenderung memandang ajarannya yang paling benar. Ini melahirkan sikap memusuhi yang kurang menguntungkan bagi kehidupan toleransi.

Disisi lain, presiden melihat kenyataan yang bertolak belakang dengan program-program Departemen Agama. Kenyataan itu memperlihatkan fenomena buruk yakni penyalahgunaan narkoba, prilaku seksual menyimpang, kekerasan, judi, perdagangan perempuan dan anak, serta korupsi. Adanya fenomena yang berkembang ini, katanya, membuat Departemen Agama harus mengkaji kembali kebijakan dan program-programnya.

"Saudara-saudara harus berani melepaskan diri dari kung-kungan rutinitas sikap yang lazimnya melingkupi rapat kerja," kata presiden dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Said Agil Al-Munawar dan pejabat teras Departemen Agama itu.

Deddy Sinaga - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim