Tiga Strategi SBY Menangkan Pilpres

Selasa, 18 Mei 2004 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Calon presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tiga macam strategi untuk memenangkan pemilihan Presiden pada 5 Juli mendatang.

“Kampanye terbuka, penggalangan dan pembinaan, serta mobilisasi dukungan, opini dan kontra opini,” kata Susilo saat membuka rapat konsolidasi tim sukses nasional bagi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla di Ballroom Hotel Sahid Jaya, Selasa (18/5). Dia menegaskan, ketiga strategi tersebut akan dilaksanakan secara simultan.

Rapat konsolidasi ini direncanakan akan berlangsung selama dua hari. Rapat tersebut dihadiri sebanyak 363 anggota tim sukses nasional dari seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, pidato pertama disampaikan oleh Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Jenderal Purnawirawan Edy Sudrajat.

Lebih lanjut Yudhoyono mengungkapkan, dirinya juga menghimbau kepada segenap anggota tim sukses untuk melaksanakan tujuh langkah untuk memenangkan pemilihan Presiden. Ketujuh langkah itu adalah berpegang teguh kepada tujuan. “Sebanyak mungkin rakyat Indonesia memberikan pilihannya kepada kita,” tegas dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga harus melaksanakan politik yang bersih, cerdas, dan damai. Menurutnya, hal tersebut dapat diwujudkan dengan memenuhi segala aturan hukum yang telah ditetapkan. Langkah ketiga, kata dia, mengembangkan cara-cara kampanye dan semua upaya pemenangan pemilihan presiden dan wakil presiden secara baik dan efektif.

Susilo menjelaskan, langkah keempat yakni melakukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergi dengan semua pihak yang turut berjuang dalam memenangkan pemilihan presiden. Menurutnya, langkah ini harus diambil dalam rangka menyikapi tumbuhnya gerakan-gerakan di masyarakat yang mendukung pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla secara spontan.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan, langkah kelima yang harus diambil yaitu melakukan langkah-langkah teknis untuk mengantisipasi kecurangan dalam pemilihan dan segala hal yang mengganggu perolehan suara Susilo dan Kalla. “Jangan sampai demokrasi kita dikotori oleh kecurangan-kecurangan,” kata Susilo.

Dia menjelaskan, dalam mengantisipasi perkembangan situasi yang akan berjalan sangat dinamis menjelang hari pemilihan, pihaknya harus mengambil sikap dan tindakan secara antisipatif dan responsif. Langkah terakhir, sambung dia, berusaha mengumpulkan dana kampanye secara bersih dan sah dari sumber-sumber yang bersih dan sah. “Hindari manipulasi penggunaan dana,” ujar Susilo.

Di bagian akhir sambutannya, Susilo menegaskan, dengan ijin Allah, dirinya dan Jusuf Kalla akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2004-2009. Dia juga bersumpah pihaknya akan memperbaiki kondisi bangsa dan negara Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan seluruh takyat. “Kita harus menang dengan cara terhormat,” tegas dia menutup pidatonya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Max Sopacua menyatakan, Susilo sendiri yang membuat tiga macam strategi dan tujuh buah langkah dalam rangka memenangkan pemilihan presiden. “Ketiga strategi itu saling terkait,” kata dia seusai pembukaan rapat konsolidasi tersebut.

Dia juga menjelaskan, jumlah keseluruhan juru kampanye nasional sebanyak 200 orang yang berasal dari Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan persatuan Indonesia.

Dia menyebutkan nama-nama seperti Sys N.S., Max Sopacua, dan Pong Hardjatmo dari Partai Demokrat, M.S. Ka'ban dan Hamdan Zoelvah dari Partai Bulan Bintang, serta John Piris dan Samuel Samson dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Faisal – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: