Pengamanan Capres-Cawapres Mencapai Rp. 20 Miliar

Sabtu, 22 Mei 2004 | 20:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta pemilihan umum (Pemilu) presiden 2004 akan mendapatkan pengamanan khusus dan jaminan kesehatan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). "Kami akan memberikan pengamanan sebanyak 48 personil untuk masing-masing calon," kata Kepala Bagian Pembinaan Keamanan Mabes Polri, Komisaris Jenderal Adang Dorojatun di kantor KPU, Jakarta, Sabtu (22/5).

Ke-48 personil itu dibagi dalam tiga shift, masing-masing delapan jam. Personel pengamanan diambil dari kesatuan khusus yang berasal dari bagian intelijen, reserse dan brigadir mobil. Pengamanan VIP pada masing-masing calon itu berupa pengawalan, ajudan, pengawalan lalu-lintas, penjagaan rumah, kesehatan dan komunikasi. Tapi, Polri tidak wajib memberikan pengamanan khusus kepada keluarga calon. "Hanya calon, sementara anak dan istri tidak ada kewajiban," kata Adang.

Dalam Undang Undang 23/2003 tentang Pemilu presiden, Mabes Polri wajib memberikan pengamanan dan jaminan kesehatan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Walau pengamanan baru dilakukan sejak penetapan capres-cawapres sre ini, seperti dikatakan Adang, pasukan pengamanan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Untuk penyedian pengamanan itu, Polri mengeluarkan uang sebesar Rp. 20 Miliar. Menurut Adang, uang itu dipakai untuk latihan, uang saku, pembelian kendaraan dan ambulance pengamanan calon.

Pengamanan akan dilakukan sejak hari ini sampai pemilu presiden berlangsung. Ketika kampanye berlangsung, polisi akan berkerjasama dengan aparat Kepolisian Daerah. Sementara itu, untuk presiden dan wakil presiden yang juga menjadi capres-cawapres, pengamanan tetap dilakukan pasukan pengaman presiden dan wakil presiden.

Adang menegaskan, boleh saja calon menolak pengamanan ini, tapi Polri tetap akan melakukan pengamanan. "Jika ditolak dengan surat resmi, tetap lakukan presedur yang sudah ditentukan," kata Adang lagi.

Purwanto - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim