Para Capres Puas pada Nomor Urutnya

Senin, 24 Mei 2004 | 10:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Semua kandidat presiden atau wakil presiden mengaku puas dengan nomor urut hasil pengundian Komisi Pemilihan Umum, Minggu malam. Pada pengundian di tengah ketidakpuasan pendukung Abdurrahman Wahid yang gagal menjadi calon presiden itu, pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid memperoleh nomor urut satu.

"Huruf W (inisial namanya) tapi dapat nomor satu, berarti baik sekali. Mudah-mudahan (membawa keberuntungan)," kata Wiranto yang dicalonkan oleh Partai Golkar seusai pengundian tadi malam.

Dari hasil undian, pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi menempati nomor urut dua, disusul oleh pasangan Amien Rais-Siswono Yudohusodo di nomor urut tiga. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla mendapatkan nomor urut empat dan pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar menempati nomor urut lima.

Amien Rais yang dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional mengatakan, semua nomor sebenarnya sama saja. Namun, ia mengaku senang karena nomor tiga yang diperolehnya berada di tengah-tengah. "Nomor tiga kan di tengah, di antara dua dan empat, jadi alhamdulillah bagus," kata mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

Sementara itu, Hamzah Haz yang mendapatkan nomor urut lima mengatakan bahagia karena memperoleh nomor urut sesuai dengan keinginannya, yakni sama dengan nomor urut Partai Persatuan Pembangunan pada Pemilu Legislatif, 5 April. "Ini diharapkan pendukung kami, karena lebih mudah mempraktekkannya," ujar Ketua Umum PPP itu.

Jusuf Kalla yang datang sendiri tanpa calon presiden Yudhoyono punya alasan sendiri. Ia mengaku bahagia memperoleh nomor urut empat. "Ini sesuai dengan keinginan kami, karena (sesuai dengan) Pemilu 2004," katanya. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Acara penarikan nomor urut yang dipandu anggota KPU Anas Urbaningrum itu dihadiri oleh semua pasangan calon presiden dan wakilnya, kecuali Yudhoyono. Pensiunan jenderal bintang empat ini memberikan mandat kepada Kalla untuk menarik undian, dengan alasan sedang menjalankan umrah di Tanah Suci.

Pengundian dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pengundian untuk urutan pengambilan nomor urut calon. Kedua, pengundian nomor urut calon. Setelah semua pasangan mengambil nomor, mereka membuka nomor urut secara bersamaan.

Acara itu dilakukan di tengah protes Partai Kebangkitan Bangsa, karena Abdurrahman Wahid dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi calon presiden. Panitia Pengawas Pemilu pun menganggap penetapan calon presiden dan wakilnya termasuk dalam kategori sengketa pemilu sehingga meminta pengundian ditunda.

Panwaslu selanjutnya akan mengambil keputusan final yang mengikat secara hukum dalam waktu dekat. "Untuk mengambil keputusan, kami akan mengundang kedua belah pihak," ujar Ketua Panwaslu Komaruddin Hidayat seusai rapat pleno selama empat jam yang membahas persoalan ini kemarin. Anggota Panwaslu Topo Santoso menambahkan, lembaganya akan meminta keterangan dari pihak PKB dan KPU, besok.

Namun, Ketua Kelompok Kerja Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden KPU Anas Urbaningrum menolak memenuhi permintaan Panwaslu. Ia menilai, penundaan pengundian nomor urut calon presiden dan wakil presiden bisa menjadi ancaman gagalnya pelaksanaan pemilihan presiden.

Setidak-tidaknya, kata Anas, pelaksanaan pemilu menjadi tertunda dan akan ada ongkos besar yang harus dibayar akibat mundurnya jadwal.

Anas menegaskan, surat keputusan tentang penetapan calon sudah final dan mengikat. Karenanya, ia menambahkan, keputusan itu sudah tuntas dan persiapan pemilihan presiden bisa masuk ke tahapan proses selanjutnya. "Tertunda seminggu saja akan ada ongkos satu minggu yang harus dibayar dan ongkos itu diambilkan dari waktu pengadaan distribusi logistik," ia menjelaskan.

Nomor Urut Nama Pasangan Pengusul
1 Wiranto-Sallahuddin Wahid Partai Golkar
2 Megawati Soekarnoputri-Ahmad Hasyim Muzadi PDI
Perjuangan
3 Amien Rais-Siswono Yudohusodo Partai Amanat Nasional
4 Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla Partai Demokrat,
PBB, PKP Indonesia
5 Hamzah Haz-Agum Gumelar Partai Persatuan Pembangunan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: