Kivlan Zein: Wiranto Lakukan Kebohongan Publik
Jum'at, 28 Mei 2004 | 23:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zein menuding Wiranto melakukan kebohongan publik, karena membantah sudah memberi perintah membentuk Pam Swakarsa untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR 1998. "Padahal, pada 4 November 1998, saya diminta membentuk Pam Swakarsa," kata Kivlan kepada TNR usai menghadiri sebuah diskusi politik Gepenta, di Jakarta, Jumat (28/5).
Saat itu, kata Kivlan, dirinya menyatakan, sudah tidak ada jabatan. Tapi Wiranto justru menjanjikan akan memberikan jabatan kepada Kivlan. Sehingga pertemuan untuk membahas Pam Swakarsa terjadi pada 9 November 1998 di rumah dinas Wiranto yang juga dihadiri Kapolda Metro Jaya Noegroho Jayusman, Pangdam Jaya Mayjen Djaja Suparman dan Kolonel Adityawarman -penghubung Kivlan dan Wiranto. Tawaran Wiranto dengan janji akan diberikan dana kemudian diterima Kivlan.
Dengan tanpa dana awal, Kivlan membentuk Pam Swakarsa. Belakangan Kivlan baru tahu setelah diberitahu staf ahli Habibie, Jimly Asshiddiqie yang meminta dirinya datang dan diberi dana sebesar Rp. 1,25 miliar. Kemudian, Habibie memerintahkan Kivlan untuk mengambil sisa dana Pam Swakarsa ke Wiranto. "Itulah keluarnya dana Rp. 10 miliar dari Bulog," kata Kivlan.
Usai pelaksanaan Sidang Istimewa MPR pada 10-13 November 1998, Kivlan menemui Wiranto lagi untuk meminta dana Pam Swakarsa yang disebutkan Habibie. Tapi Wiranto justru menyarankan Kivlan untuk meminta dana itu ke Habibie. Diminta ke Habibie, Kivlan kembali mendapatkan jawaban, dana itu sudah diberikan kepada Wiranto. "Tiga kali saya bertemu Habibie, terakhir 2001 di Jeddah dan Habibie tetap bilang, sudah diberikan ke Wiranto," kata Kivlan.
Dalam persidangan kasus Bulog, Wiranto mengaku sudah menerima sejumlah uang dan diserahkan ke stafnya. "Tapi di bukunya, dia bilang tidak ada perintah pembentukan Pam Swakarsa. Itu kebohongan publik," kata Kivlan. Menurut Kivlan, kebohongan itu kemungkinan disebabkan ketakutan Wiranto, jika kronologis Pam Swakarsa terbongkar, Wiranto akan terseret pada masalah dana Bulog. "Enak sekali dia (Wiranto), berdiri di atas mayat Pam Swakarsa dan jerih payah saya," kata Kivlan.
Baskoro, Ucok Ritonga, Thontowi - Tempo News Room





