Hasyim: Sikap Golput Gus Dur Pasti Ada Pengaruhnya
Minggu, 30 Mei 2004 | 16:55 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Calon wakil presiden dari PDI Perjuangan, K.H. Hasyim Muzadi menilai, sikap golput yang dipilih Ketua Dewan Syuro PKB, K.H. Abdurrahman Wahid dalam pemilu presiden nanti pasti akan diikuti oleh sebagian kalangan kaum nahdliyin di tingkat bawah. Namun Hasyim memprediksi jumlahnya tidak akan banyak.
"Saya kira sikap Gus Dur itu pasti ada pengaruhnya pada warga NU, tapi jumlah tidak signifikan. Karena
golput itu tidak berguna," kata Hasyim kepada wartawan usai mengisi acara Pengajian Akbar Maulid Nabi
Muhammad yang diadakan oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur di Parkir Timur Stadion
Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (30/5).
Seperti diketahui, Gus Dur, sapaan akrab Abdurrahman, akan memilih golput dan berada di luar sistem dalam
pemilu mendatang. Sikap tersebut didasari oleh kekecewaan Gus Dur terhadap keputusan Komisi Pemilihan
Umum (KPU) yang tidak meloloskan dirinya sebagai calon presiden.
Contoh tidak bergunanya golput, kata Hasyim, bila ada tiga dari sepuluh orang yang memilih untuk tidak
memilih, maka yang akan dihitung tujuh suara. Sedangkan tiga suara yang menyatakan golput tidak akan
dihiraukan. "Maka sebenarnya golput itu kurang berguna," kata Ketua Umum PBNU non aktif ini.
Ketika ditanya mengenai penolakan Pengurus Cabang NU Pasuruan terhadap calon presiden perempuan Hasyim
menganggapnya sesuatu hal yang aneh. Pasalnya, dalam musyawarah nasional alim ulama NU beberapa waktu yang lalu telah disetujui munculnya calon presiden perempuan. "Itu terserah NU Pasuruan. Tapi kalau
mereka menolak calon presiden perempuan itu hal yang aneh, wong munas alim ulama sudah setuju," ujar
Hasyim.
Kukuh S. Wibowo - Tempo News Room





